Pesan 'Raider Beruang' untuk Penjaga Tapal Batas RI-Timor Leste

Tapal Batas

Pesan 'Raider Beruang' untuk Penjaga Tapal Batas RI-Timor Leste

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 05 Apr 2017 14:53 WIB
Pesan Raider Beruang untuk Penjaga Tapal Batas RI-Timor Leste
Pasukan Satgas Pamtas Yonif Raider 641/Beruang (Danu Damarjati/detikcom)
Jakarta - Tugas sembilan bulan personel TNI di daerah perbatasan dengan Republik Demokratik Timor Leste akan segera selesai. Mereka akan diganti dengan pasukan yang baru.

Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) yang menjaga perbatasan Indonesia-Timor Leste di Sektor Timur (Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur) adalah Yonif Raider 641/Beruang. Mereka berada di sini sejak sembilan bulan lalu. Mereka akan diganti oleh pasukan dari Yonif Raider 712/Wiratama dari Manado. Ada pesan dari Yonif Raider Beruang untuk Yonif Raider Wiratama.

"Pesan khusus untuk mereka tetap jaga integritas," kata Komandan Satgas Pamtas Yonif Raider 641/Beruang Letkol Inf Wisnu Herlambang di Markas Korps Satgas Pamtas Sektor Timur, Jl Meo Otu Hale, Umanen, Belu, NTT, Sabtu (1/4/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pesan 'Raider Beruang' untuk Penjaga Tapal Batas RI-Timor LesteKomandan Satgas Pamtas Yonif Raider 641/Beruang Letkol Inf Wisnu Herlambang (Muhammad Abdurrosyid/detikcom)

Kesatuan nilai-nilai prinsip dengan tindakan dan perbuatan harus dimiliki semua personel. Penjagaan integritas bisa mencegah penyimpangan-penyimpangan saat menjalankan tugas di perbatasan.

"Jangan bekerja di luar tugas pokok," imbuh Wisnu.

Pasukan Satgas Pamtas harus berpegang pada aturan dalam menjalankan tugas. Pelaksanaan pengamanan tak boleh kendur oleh suap, gratifikasi, atau rayuan dalam bentuk apa pun, termasuk kepentingan pribadi.

Misalnya, syarat kartu Pas Lintas Batas (PLB) harus tetap diterapkan untuk masyarakat kawasan perbatasan. Tak boleh syarat ini menjadi kendur hanya gara-gara pelintas batas memberikan uang, membawa oleh-oleh untuk petugas, atau bentuk lainnya.

"Banyak kasus, ada yang membawa oleh-oleh itu, ya oknum-oknum. Itu jangan sampai seperti itu," kata Wisnu.

Pesan penting selanjutnya adalah agar Satgas Pamtas tetap bersikap santun kepada masyarakat. Masyarakat perbatasan tidak boleh menjadi takut oleh kehadiran TNI.

"Aturan harus ditegakkan, tapi dengan cara yang santun. Pada saat melayani, kita harus menggunakan prosedur yang benar agar orang tidak merasa ketakutan. Contoh, saat kita patroli di wilayah perbatasan, kita siap. Tapi, begitu melintas kampung, senjata kita sandang di belakang. Itu memberikan efek psikologis bahwa di sini aman-aman saja," tuturnya.

Pesan 'Raider Beruang' untuk Penjaga Tapal Batas RI-Timor LesteUpacara penerimaan Satgas Yonif Raider 712/WT oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kustanto Widyatmoko. (Foto: dok Perwira Hukum Yonif Raider 712/Wiratama)

Upacara penerimaan Satgas Yonif Raider 712/Wiratama oleh Pangdam IX/Udayana sudah dilaksanakan pada Selasa (4/4) kemarin di Kupang. Serah-terima Satgas Pamtas Indonesia-Timor Leste Sektor Timur akan dilaksanakan esok hari (6/4) di Markas Korps Satgas Sektor Timur. (dnu/tor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini