RI-Pakistan Kembangkan Kerja Sama Industri Pertahanan
Kamis, 21 Apr 2005 12:12 WIB
Jakarta - Teknologi militer Pakistan termasuk handal. Karena itu, Presiden SBY menyambut baik tawaran Presiden Pakistan Pervez Musharaf untuk mengembangkan kerja sama di bidang industri pertahanan.Penjelasan ini disampaikan Juru Bicara Presiden SBY, Dino Patti Djalal, kepada wartawan di Istana Merdeka, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (22/4/2005). Dino menjelaskan hasil pertemuan SBY-Musharraf selama 45 menit di Istana Merdeka. Menurut Dino, selama ini, selama ini Pakistan merupakan produsen teknologi militer yang mapan dan handal. "Masih banyak yang dapat dikembangkan kedua negara dalam bidang ini secara komprehensif," ungkapnya. Pembahasan mengenai industri pertahanan ini dibicarakan SBY dan Musharraf paling lama dalam pertemuan itu. Kedua presiden juga tampak serius membahasnya. Selain masalah pertahanan, materi lain yang dibicarakan kedua kepala negara adalah keinginan Pakistan untuk lebih aktif dalam percaturan politik di Asia Timur dan Asia Tenggara. Masalah dinamika politik Islam dalam dunia internasional juga dibahas. "Keduanya sepakat tentang pentingnya mengambil langkah-langkah penyebarluasan Islam moderat," tutur dia. Pembicarana bulateral lainnya, lanjut Dino, mengenai ide pembentukan forum bisnis antara RI-Pakistan yang selama ini kurang tergarap. Padahal, potensi bisnisnya sangat besar. Forum bisnis itu nanti dalam rangka melakukan kontak dagang secara langsung. Setelah menerima Musharaf, SBY langsung menerima Presiden Presidium Majelis Rakyat Tertinggi Republik Demokraktik Rakyat Korea (Korea Utara) Kim Yong Nam. Dalam pertemuan itu, Presiden SBY menyatakan perlunya kedua pihak, Korea Utara dan Korea Selatan, mengambil langkah-langkah menjaga keamanan di semenanjung Korea melalui jalur dialog.
(asy/)











































