Banjir Rendam Cilegon, Wali Kota: Sumber Masalahnya Harus Dicari

Muhammad Iqbal - detikNews
Rabu, 05 Apr 2017 14:46 WIB
Kondisi banjir di Cilegon (Muhammad Iqbal/detikcom)
Cilegon - Ratusan rumah di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, terendam banjir setinggi 1-2 meter. Wali Kota Cilegon Tb Iman Ariyadi mengatakan pihaknya segera mencari sumber masalah dan solusi menangani banjir tersebut.

"Soal banjir tadi sudah dirapatin. (Dinas) PU dan BPBD sudah turun, PU harus cari sumber masalahnya apa dan dalam waktu dekat ini apa yang harus dilakukan. Kalau membutuhkan bujet, nanti kita sesuaikan di perubahan anggaran," kata Iman kepada wartawan, Kamis (5/4/2017).

Wali Kota Cilegon Tb Iman AriyadiWali Kota Cilegon Tb Iman Ariyadi (Muhammad Iqbal/detikcom)

Iman mengatakan sumber masalah banjir yang menghambat aktivitas warga dan industri di kawasan Ciwandan harus segera ditemukan. Dia menginstruksikan Kadis PU turun ke lapangan dan mencatat kebutuhan bantuan.

"PU disuruh turun tadi, sumber (masalahnya) di mana, tadi sudah saya instruksikan ke Kadis PU untuk turun (tangani masalah banjir), terus termasuk bantuan-bantuan yang dibutuhkan," tutur Iman.

"Tapi masalah banjirnya itu dari mana, sampai tinggi itu dari mana, faktornya apa, konkretnya apa yang bisa dilakukan dalam jangka pendek. Dan kalaupun memang harus membutuhkan anggaran besar, itu bisa di anggaran perubahan," ucapnya lagi.

Iman menyebut pembangunan long water storage (LWS) merupakan langkah penanganan jangka panjang. Untuk saat ini, kata dia, warga membutuhkan bantuan makanan dan selimut.

"Ya, tapi LWS itu kan panjang, yang pendek saja apa yang bisa dilakukan. Ya, mudah-mudahan ada strategi selain LWS, itu urusan teknik. Jangan ngandelin LWS yang jangka panjang, yang jangka pendek dulu untuk menangani banjirnya apa," tegasnya.

Iman mengatakan LWS memang salah satu cara mengantisipasi banjir yang melanda kawasan industri di Ciwandan. Saat ini langkah yang diambil adalah apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi banjir.

"Kan nggak harus LWS semua. LWS itu kan memang beberapa kelurahan antisipasinya. Tapi yang sifatnya lokal, apa yang bisa dilakukan ya dilakukan, apakah gorong-gorongnya dibesarin," pungkasnya. (ams/idh)