Air mulai menggenangi permukiman warga sekitar pukul 00.00 WIB. Pada pukul 02.00 WIB, permukaan air sempat naik hingga 1,5 meter. Saat hujan turun, aliran listrik di kawasan tersebut padam hingga saat ini.
"Hujan dari pukul 00.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB. Jam-jam subuh itu air tinggi sampai dahi orang dewasa," kata salah seorang warga, Suminta, saat ditemui di lokasi, Rabu (5/4/2017).
Kondisi banjir di Cilegon (Muhammad Iqbal/detikcom) |
Suminta menuturkan air mulai surut pukul 06.00 WIB tadi. Tinggi air mencapai selutut orang dewasa. Aktivitas warga lumpuh akibat banjir tersebut.
"Saya punya bengkel. Pas malam nggak keburu angkut barang. Airnya cepat banget. Jadi menyelamatkan diri dulu," kata dia.
Senada dengan Suminta, Karman, warga Kampung Penawan, Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, menyatakan air datang secara tiba-tiba membanjiri permukiman warga.
"Barang-barang elektronik sudah nggak bisa diselamatkan. Yang penting mah nyawa dulu diselamatkan," ujarnya.
Kondisi banjir di Cilegon. Foto: Muhammad Iqbal-detikcom |
Warga yang rumahnya terendam pun mengungsi ke rumah tetangganya yang tidak teredam "Kalau sekitar sini mengungsi semua ke tetangga yang rumahnya lebih tinggi," kata dia.
Ia mengungkapkan salah satu penyebab banjir adalah drainase di kawasan yang dipenuhi industri tersebut buruk dan tersendat. Akibatnya, air lambat mengalir ke laut, yang berada tak jauh dari kawasan industri. (idh/ams)












































Kondisi banjir di Cilegon (Muhammad Iqbal/detikcom)
Kondisi banjir di Cilegon. Foto: Muhammad Iqbal-detikcom