Ahok bercerita, awalnya dia teringat akan seorang ibu di Bangka Belitung yang menyampaikan tidak bisa memilih dirinya karena berbeda keyakinan. Ahok pun mengaku teringat pada hal yang sama saat berpidato di Kepulauan Seribu.
"Di Belitung itu kan kecil, Yang Mulia, jadi rata-rata kita kenal semua. Orang bilang sama saya gitu, 'Mohon maaf Hok, Ibu nggak pilih kamu'. 'Kenapa', katanya 'Ibu takut murtad, meninggalkan agama Ibu. Jadi mohon maaf Ibu nggak pilih kamu'," kata Ahok saat diperiksa dalam persidangan di auditorium Kementerian Pertanian, Jl RM Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (4/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hakim ketua kemudian bertanya kembali, bagaimana bisa Ahok yang semula meyakinkan program tetap berjalan kepada warga Kepulauan Seribu lalu membahas Al-Maidah.
"'Nggak pilih saya nggak apa-apa, asal program ini jalan, toh juga kalau saya nggak kepilih pun saya sampai Oktober 2017. Iya kan?' Terus apa hubungannya sama Al-Maidah," ujar hakim.
Ahok menjawab karena teringat ibu di Bangka Belitung tersebut. Orang-orang yang suka program Ahok tapi tidak bisa memilih hanya karena berbeda keyakinan.
"Jadi satu-satu yang bikin orang tidak pilih saya kalau suka program, itu pasti urusan keyakinan. Ya itu yang saya ingat itu ya Al-Maidah. Makanya saya sampaikan, 'Kalau keyakinan Ibu seperti itu ya nggak apa-apa'," tutur Ahok.
"Saya yakin sekali orang kalau menolak saya tapi suka program saya, umumnya di Bangka Belitung itu karena masalah keyakinan," tuturnya. (rna/nkn)











































