"Saya hanya mau cerita sebenarnya karena waktu dialog itu kalau di pemerintah dikasih podium, kalau ketemu gitu istilahnya dialog. Saya sudah sampaikan berkali-kali yang di depan itu kurang respons. Sampai selesai itu saya belum dapat jawabannya kenapa nggak respons. Harusnya program ikan ini diambil sama orang Pulau Seribu, nggak usah datangkan orang dari luar," ujar Ahok saat diperiksa sebagai terdakwa dalam sidang lanjutan di auditorium Kementan, Jl RM Harsono, Ragunan, Jaksel, Selasa (4/4/2017).
Saat itu Ahok mengaku mengingat kejadian di Bangka Belitung. Ahok hanya ingin memastikan program budidaya ikan di Kepulauan Seribu tetap berjalan meski dirinya tak terpilih lagi menjadi gubernur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat di Belitung, Ahok mengaku pernah bertemu dengan seorang ibu yang secara langsung bicara tidak akan memilih dirinya dalam pilkada 2007.
"'Ahok, Ibu nggak pilih kamu karena Ibu takut murtad, jadi Ibu nggak pilih kamu'. Waktu di Pulau Pramuka ingat ibu yang di Belitung itu. Saya pikir dia mau ngomong, 'Maaf kami nggak ambil program kamu (karena kalau ambil, red) nanti kami harus milih kamu'," tutur Ahok.
Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena menyebut dan mengaitkan Surat Al-Maidah 51 dengan Pilkada DKI. Penyebutan Surat Al-Maidah 51 dilakukan saat Ahok bertemu dengan warga di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, pada 27 September 2016. (fdn/fdn)











































