Kepala Sudin Sosial Jaksel, Mursidin mengatakan kakek bernama Nenges Sembiring (74) itu baru sekitar satu minggu berada di Jakarta. Namun dia sudah mengalami dimensia atau kepikunan.
"Karena lansia itu demensia, sedangkan petugas kami juga bagian dari petugas ungu. Jadi kami lakukan penyelamatan terhadap lansia itu," ujar Mursidin saat dihubungi, Selasa (4/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kakek Nenges meninggalkan rumah dengan mengenakan kaos putih merah kampanye khas salah satu paslon gubernur DKI dan memakai celana panjang biru.
"Di media sosial ada kabar lansia hilang. Di sana disebutkan ciri-ciri lansia itu dan sesuai dengan lansia yang kami selamatkan," kata Mursidin.
Foto: Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom |
Mengetahui informasi tersebut, petugas dari Dinas Sosial turut menyebarkan informasi kakek hilang di media sosial. Pada saat ditemukan, kakek Nenges tampak menggunakan jam berwarna silver di tangan kiri dengan ciri-ciri kulit agak gelap, berkacamata, postur badan kurus dan tinggi badan sekitar 165 cm.
"Dinas Sosial juga ikut menyebarluaskan informasi kakek hilang di media sosial baik itu twitter @dinsosDKI1, Facebook, Instagram dan menshare ke semua grup WA dinas sosial," terang Mursidin.
Pada saat diselamatkan, Nenges mengaku lupa akan namanya sendiri. Dia hanya ingat alamat rumahnya berada di kawasan Tanah Kusir.
Sementara itu, Nenges akhirnya dijemput oleh pihak keluarga yang mengetahui informasi ditemukannya dari Sudin Sosial Jaksel. Keluarga mengaku bahagia setelah kakek berusia 74 tahun itu ditemukan kembali.
(knv/fdn)












































Foto: Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom