Memakai kemeja ungu kombinasi putih, Djarot tiba di lokasi pukul 14.00 WIB, Selasa (4/4/2017). Kedatangannya langsung disambut riuh oleh warga yang sudah lama menunggu.
"Sudah dari tadi, ya," tanya Djarot kepada relawan yang memakai kemeja kotak-kotak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djarot blusukan di Penggilingan (Ibnu Hariyanto/detikcom) |
Sesekali dia berhenti untuk melayani pemintaan foto dari warga. Sesampai Djarot di Saung Timur PDI Perjuangan, teriakan-teriakan dukungan menyambutnya.
"Coblos nomor 2. Hidup Ahok-Djarot," teriak warga.
"Saya tidak akan berbicara banyak. Gantian Ibu-ibu yang bertanya, silakan yang ingin bertanya," kata Djarot membuka pertemuan dengan warga.
Lalu salah satu warga bernama Warsinah mengadu kepada Djarot bahwa selama ini anaknya belum mendapat Kartu Jakarta Pintar (KJP). Kemudian Djarot menjelaskan bahwa KJP itu hanya untuk warga yang kurang mampu.
"KJP itu ada persyaratannya. Kartu itu buat mereka yang tidak mampu. Kalau memang Ibu terbukti tidak mampu, nanti akan dapat (KJP)," papar Djarot.
Djarot menilai selama ini ada warga yang mampu tapi menikmati KJP. Oleh karena itu, akan dilakukan evaluasi pendataan KJP.
"Kita nanti akan evaluasi, kita nanti alihkan ke yang tidak mampu," sambungnya.
Djarot blusukan di Penggilingan. (Ibnu Hariyanto/detikcom) |
Di akhir pertemuannya, mantan Wali Kota Blitar ini berharap di wilayah Penggilingan tersebut pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat bisa memang di putaran kedua Pilkada DKI.
"Kira berharap di Penggilingan ini kita bisa menang total. Bisa kan Bapak-bapak, Ibu-ibu?" tegas Djarot. (ibh/imk)












































Djarot blusukan di Penggilingan (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Djarot blusukan di Penggilingan. (Ibnu Hariyanto/detikcom)