Ulama Minta Jokowi Adakan Pertemuan Antartokoh Umat Beragama

Ulama Minta Jokowi Adakan Pertemuan Antartokoh Umat Beragama

Ray Jordan - detikNews
Selasa, 04 Apr 2017 16:17 WIB
Ulama Minta Jokowi Adakan Pertemuan Antartokoh Umat Beragama
Foto: Ray Jordan/detikcom
Jakarta - Saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, para ulama menyampaikan beberapa unek-unek. Salah satu yang ditekankan adalah meminta Jokowi mengadakan pertemuan antartokoh umat beragama.

"Juga kami sampaikan dalam negara yang sifatnya pluralistik, kami menginginkan perdamaian yang kekal, kedamaian yang sebenarnya, bukan kedamaian dan kerukunan yang sifatnya abu-abu. Oleh sebab itu, kami mengharapkan kepada Bapak Presiden untuk mengadakan pertemuan antartokoh umat beragama untuk mengadakan kata sepakat," kata pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jakarta, Syukron Makmun dalam jumpa pers setelah bertemu dengan Presiden Jokowi di Kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/4/2017).

"Jangan hanya bertemu rukun-rukun, rukun tapi tidak ada pegangannya," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Makmun mengatakan beberapa ulama yang hadir dalam pertemuan tersebut meminta kepada Presiden agar mengadakan kata sepakat di antara umat beragama. Dengan begitu, akan ada rasa saling menghormati di antara umat beragama.

"Kami mengharapkan, kami ajukan kepada Bapak Presiden, pertama, supaya kita mengadakan kata sepakat di antara umat beragama bahwa semua agama itu benar menurut pemeluk masing-masing," tegasnya.

"Konsekuensi dari pasal satu ini, hendaknya kita saling hormat menghormati antarumat beragama, saling menghargai antarumat beragama," tambahnya.

Tapi, kata Makmun, bukan berarti kata sepakat tersebut untuk membenarkan semua agama. Dia juga menegaskan tidak boleh ada paksaan terhadap orang yang sudah memeluk agama untuk berpindah agama.

"Semua agama benar menurut pemeluk masing-masing," katanya.

"Akibat dari pasal yang kedua tadi, kita jangan menegakkan agama kepada orang yang sudah memeluk agama tertentu. Ini konsep ini saling menghormati, orang semua agama itu kita hormati. Jangan kita suruh pindah pada agama yang lain, jangan menegakkan agama kepada orang yang sudah memeluk agama tertentu," tambahnya.

Untuk itu, lanjut Makmun, jangan ada yang merasa tersinggung oleh ajaran agama lain selama ajaran agama tersebut tertulis dalam kitab suci masing-masing.

"Akibat daripada ini, mari Kita jangan merasa tersinggung oleh ajaran agama lain selama ajaran itu tertulis dan kitab sucinya masing-masing, kita hargai," katanya.

Makmun juga berharap sesama umat menjaga perasaan. Namun jangan berpegang pada prinsip HAM.

"Yang terakhir, untuk saling menjaga perasaan, saling menjaga perasaan atau umat beragama. Jangan berpegang pada HAM atau berpegang pada liberalisme dan HAM. Kita juga perlu perasaan yang dijaga. Saya katakan kepada Bapak Presiden, seandainya umat Islam cuma jumlahnya dihitung dengan jari di tengah-tengah ribuan orang Kristen, tolong jangan membangun masjid besar-besar. Ini menyinggung perasaan mereka," jelasnya.

"Bukan soal HAM-nya saja, menyinggung perasaan dan kami harapkan kepada umat gereja, kalau berada di tengah-tengah umat Islam yang ribuan, sedangkan dia cuma 5-10 orang, tolonglah tidak usah mendirikan gereja besar-besar. Hormati orang Islam," imbuhnya. (jor/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads