"Polri menyatakan belasungkawa sedalam-dalamnya, sekaligus penghargaan yang tinggi terhadap pelaksanaan tugas almarhum, khususnya dalam Operasi Tinombala," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto kepada detikcom, Selasa (4/4/2017).
"Kepada keluarga, keluarga almarhum, semoga diberi kekuatan untuk menghadapinya. Sambil tetap mendalami perihal sebab almarhum bunuh diri," sambungnya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah AKBP Hari Suprapto mengatakan pihaknya menduga Ipda Zasmi tewas bukan karena dibunuh. "Tidaklah. Kalau dibunuh, ada orang yang melihat," kata Hari.
Meski begitu, polisi masih menyelidiki lebih lanjut soal kematian korban. Ponsel korban juga diperiksa untuk mengungkap peristiwa ini.
"Itu masih dalam penelitian. Karena yang pertama, langkah yang diambil oleh Propam dan Provos Brimob adalah melihat dan memeriksa rekaman HP almarhum. Semoga diketahui latar belakangnya," tuturnya. (idh/tor)











































