Myanmar Tolak Bicarakan Masalah Internal di KAA
Kamis, 21 Apr 2005 09:24 WIB
Jakarta - Pemerintah junta militer Myanmar tidak mau berkomentar mengenai reformasi demokrasi di negaranya. Mynamar mengikuti KAA untuk membahas isu-isu yang lebih global dan tidak berkaitan dengan isu dalam negerinya.Hal itu dikatakan Menlu Myanmar Mayjen U Nyan Win kepada wartawan usai bertemu dengan Menlu Indonesia Hassan Wirajuda di Gedung Pancasila, Deplu, Jl Pejambon 6, Jakpus, Kamis (21/4/2005), pukul 08.50 WIB."Kedatangan saya hanya untuk membicarakan partisipasi dalam perayaan 50Tahun KAA. Serta membicarakan kerjasama-kerjasama di berbagai bidang," katanya.Ditanya mengenai rencana kepemimpinan Myanmar dalam ASEAN, U Nyan tidak bersedia berkomentar. "Saya tidak mau memberikan komentar soal itu," katanya.Seperti diketahui, lambatnya perkembangan proses demokrasi di Myanmar mulai mencemaskan sejumlah negara ASEAN mengingat Myanmar tahun 2006 akan mendapatkan giliran sebagai Ketua ASEAN. Negara anggota ASEAN, seperti Malaysia, Indonesia, dan Thailand, menginginkan bukti nyata atas janji yang telah disampaikan pihak Myanmar sendiri.Ditanya tentang reformasi demokrasi di Myanmar, U Nyan lagi-lagi enggan berkomentar. "Keputusan ada di tangan kami. Saya tidak mau memberikan komentar soal itu," tandasnya.Saat ini Menlu Hassan Wirajuda tengah melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Gambia. Pertemuan semacam ini akan terus berlangsung hingga pukul 21.00 WIB.
(nrl/)











































