DetikNews
Senin 03 April 2017, 20:22 WIB

Hakim Diminta Abaikan Keterangan Dirjen Pajak di Sidang Bos EKP

Yulida Medistiara - detikNews
Hakim Diminta Abaikan Keterangan Dirjen Pajak di Sidang Bos EKP Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi /Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Jaksa pada KPK meminta majelis hakim mengesampingkan keterangan Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi dalam persidangan bos PT EK Prima (EK) Ekspor Indonesia Ramapanicker Rajamohanan Nair alias Mohan. Keterangan Ken diminta dikesampingkan karena tidak logis.

"Ken bilang cuma soal tax amnesty pribadi Arif (Arif Budi Sulistyo) dan Rudi Musdiono sehingga keterangan saksi Ken patut dikesampingkan karena tidak logis menurut hukum. Berlebihan Dirjen pajak ngobrol soal pajak pribadi dan itu pun baru sekali datang menghadap lalu dilakukan sosialisasi," kata ketua tim jaksa KPK, Ali Fikri membacakan surat tuntutan Mohan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jl Bungur, Jakarta Pusat, Senin, (3/4/2017).

Menurut jaksa KPK, sosialisasi tax amnesty seharusnya dilakukan tim khusus. Selain itu, informasi soal tax amnesty juga sudah menyebar melalui media online atau media sosial.

"Kami meyakini saat itu tidak hanya membicarakan seputar tax amnesty pribadi saksi Arif dan Rudi semata, tetapi juga terkait dengan pembicaraan mengenai persoalan perpajakan yang sedang dialami PT EKP," ujarnya.

Jaksa menduga pertemuan itu ada hubungannya mengenai persoalan perpajakan yang dialami PT EKP, antara lain tidak bisa mengikuti tax amnesty karena adanya STP (Surat Tagihan Pajak) PPN (Pajak Pertambahan Nilai) PT EKP senilai Rp 52,3 miliar.

Karenanya pertemuan itu diduga ada hubungannya terkait percepatan proses permohonan pembatalan STP PPN dengan janji 10% atau Rp 6 miliar dari Rp 52,3 miliar itu kepada pejabat pajak Handang Soekarno.

Hal ini dibuktikan dalam pesan WhatsApp tanggal 3 Oktober 2016 yang dikirim Arif Budi Sulistyo kepada Handang. Bunyi pesan itu adalah 'Apapun keputusan Dirjen. Mudah2an terbaik buat Mohan pak. Suwun'.

Lalu Handang nenjawab pesan tersebut, 'siap bsk pagi sy menghadap beliau bpk' ujar Handang dalam pesan WhatsApp kepada Arif.

"Menurut kami kalimat apapun keputusan pak Dirjen menggambarkan telah ada pembicaraan sebelumnya antara Arif dengan Ken yang membahas masalah yanh alan ditetapkan atau diputus oleh Ken selaku Dirjen Pajak terkait masalah perpajakan yang sedang dialami terdakwa," ujar jaksa.
(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed