Kemenhub Investigasi Avtur Bocor di Pesawat Lion

Kemenhub Investigasi Avtur Bocor di Pesawat Lion

Hary Lukita Wardani - detikNews
Senin, 03 Apr 2017 19:05 WIB
Kemenhub Investigasi Avtur Bocor di Pesawat Lion
Avtur bocor di pesawat Lion Air (Foto: via twitter @Muhsin_Budiono)
Jakarta - Pesawat Lion Air JT 178 rute Surabaya-Lombok mengalami kebocoran avtur saat parkir di apron Bandara Juanda, Surabaya. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menginvestigasi insiden itu.

"Kami memerintahkan DKUPPU untuk melakukan investigasi terkait dengan kejadian fuel spillage dan hasilnya akan disampaikan kepada PT Lion Air sebagai bahan untuk perbaikan di internal Lion Air," ujar Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso.

"Jika ada indikasi adanya ketidakpatuhan terhadap SOP yang dilakukan oleh personel yang bertugas, maka akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku dan personel yang bersangkutan diwajibkan untuk melakukan training ulang agar tidak melakukan kesalahan serupa di kemudian hari," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu disampaikan Agus dalam jumpa pers setelah menerima penjelasan manajemen Lion Air di Kemenhub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (3/4/2017).

"Kalau pada Lion Air saja, kami akan investigasi khusus. Kalau memang pada semua jenis (pesawat) itu, kami akan membuat advice circular. Tujuannya agar bisa mengantisipasi kepada pesawat-pesawat lain yang jenisnya sama," tutur Agus.

Di tempat yang sama, Managing Director Lion Air Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan insiden avtur bocor ini terjadi pada pesawat jenis Boeing 737.

"Jadi ada sensor overfill (kepenuhan) di dalam pesawat yang harusnya mendeteksi jika penuh. Namun, pada saat itu, sensor tersebut sedang mengalami gangguan," ujar Daniel.

Pihak Lion Air berjanji akan membuat Immediately Committee Action Plan (ICAP), yang fokus pada beberapa kasus, seperti overfill tersebut. Hal ini sudah diinstruksikan kepada engineer perusahaan untuk menginvestigasi dan memeriksa semua pesawat.

Insiden avtur bocor ini diketahui saat komisioner Ombudsman RI Alvin Lie me-retweet cuitan salah satu penumpang Lion Air mengenai insiden itu melalui akunnya, @Muhsin_Budiono, pada Jumat (31/3) lalu. Akun itu mencuitkan, meski avtur bocor, penumpang masih dimasukkan ke pesawat dan mempertanyakan keselamatan Lion Air.




Penjelasan Lion Air, avtur itu keluar saat pesawat sedang mengisi bahan bakar, di mana saat itu sudah ada 50 persen penumpang yang sudah masuk ke pesawat. Untuk keselamatan penumpang, maka pilot in charge (PIC) menghentikan proses boarding dan mempersilakan penumpang kembali ke boarding gate.




Setelah dilakukan pembersihan dengan penyemprotan lewat water services dan perbaikan oleh engineer in charge, proses refuelling atau pengisian bahan bakar dilanjutkan kembali dan proses boarding kembali normal. (nwk/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads