Kapolda Lampung Telusuri Penyebar Foto Polisi Bareng Mayat Begal

Kapolda Lampung Telusuri Penyebar Foto Polisi Bareng Mayat Begal

Mei Amelia R - detikNews
Senin, 03 Apr 2017 18:29 WIB
Kapolda Lampung Telusuri Penyebar Foto Polisi Bareng Mayat Begal
Foto: Dokumentasi Polda Lampung
Jakarta - Setelah foto polisi dengan lima mayat begal menjadi viral di media sosial, Propam Mabes Polri langsung meluncur ke Lampung untuk meminta klarifikasi. Saat ini masih dicari tahu siapa yang mengambil foto tersebut dan menyebarkannya ke media sosial.

"Itu bagian dari evaluasi kita. Tim Propam Mabes Polri sudah lihat foto itu. Saya juga tidak mengerti mengapa foto-foto itu tiba-tiba tersebar. Sedang kita telusuri siapa yang memfoto, siapa yang upload dan menyebarkan foto itu ke medsos. Dan kita harapkan masyarakat juga tidak menyebarkan lagi. Mabes Polri sudah ke Lampung untuk klarifikasi siapa saja yang ada di foto tersebut," kata Kapolda Lampung Irjen Sudjarno saat dihubungi wartawan, Senin (3/4/2017).

Dari pelaku begal tersebut, ada beberapa yang masuk DPO. Pada waktu penangkapan pun sempat terjadi baku tembak. Soal pose setelah penangkapan itu, menurut Kapolda, mungkin karena anggota terlalu bersemangat dalam memberantas penjahat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah kita ekspos juga, itu kan Sabtu tuh. Dan sudah disita beberapa senjata apinya (dari para pelaku). Mungkin anggota terlalu semangat dalam memberantas kejahatan, tapi kita perlu koreksi juga," ujarnya.

Kini Propam Mabes Polri sudah tiba. Saat ini mereka masih melakukan pemeriksaan. "Propam kita sudah, tim Mabes Polri juga melengkapi pemeriksaan untuk dugaan foto-foto yang kurang etis tersebut," katanya.

Sampai saat ini belum diputuskan tindakan apa yang akan diambil. Semua, kata Sudjarno, tergantung hasil klarifikasi dan pemeriksaan Propam.

"Tetap jadi satu berdasarkan hasil pemeriksaan semuanya nanti, dari Propam Polda Lampung dan Propam Mabes Polri," ucapnya.

"Tetapi intinya saya tetap semangati anggota ini agar semangatnya dalam memberantas kejahatan tidak down. Tapi ini juga bagian yang harus kita koreksi dan kita juga tidak membabi-buta (menyalahkan anggota, red), harus kita kasih pemahaman agar ke depan tidak begitu lagi, dan semangat mereka untuk memberantas kejahatan seperti yang diinginkan masyarakat juga tidak luntur," tuturnya. (van/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads