Lissiyawati (31) menantu dari Mat Entus menceritakan, ia harus mengurus ayah dari suaminya selama kurang lebih 11 tahun. Entus memiliki 3 orang anak yang semuanya bekerja di luar Lebak. Istri dari Entus, bekerja sebagai pembantu di wilayah Karawaci, Tangerang dan hanya 2 bulan sekali pulang.
"Kalau saya ngurus-ngurus bapak sudah 11 tahun. Kurang lebih 20 tahun bapak dipasung," kata Lissiyawati kepada wartawan di Cibadak, Lebak, Senin (3/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sewaktu bekerja itu, Mat Entus kadang terlalu lemah dan sering mimisan. Beberapa kali pingsan kemudian membuat Entus berubah. Selain itu, tekanan dari keluarga membuat Mat Entus kadang-kadang tertekan. Apalagi, orang tuanya selalu meminta hal-hal yang ia tidak bisa sanggupi.
"Waktu pertama ngoceh-ngoceh, dibawa ke rumah sakit katanya tensinya tinggi. Terus dikasih obat penenang, abis pulang, bapak suka heulang-heuluang (melamun), mulai galak," tutur Lissiyawati.
Dari situ, menurutnya keluarga kemudian memutuskan untuk merantai kaki Mat Entus di belakang rumah. Apalagi, kadang ia berperilaku aneh kepada para tetangga.
"Tadinya sudah mau mulai saya buka. Tapi kan bapaknya galak. Soalnya dari awal ke orang-orang galak. Dulu sebelum diobatin suka nimpukin (melempar), nyap-nyap (marah sendiri), nggak boleh dekat sama orang," ujarnya lagi.
Selama kurang lebih 20 tahun juga menurut Lissiyawati keluarga selalu menutup-nutipi kondisi Mat Entus dari dunia luar. Meskipun tetangga di Bojongcae tahu, keluarga tidak pernah membawa ke rumah sakit. Bahkan, ke dokter di Puskesmas Cibadak pun keluarga tidak pernah bercerita.
Baru sekitar 2 bulan lalu, Lissiyawati yang mengurus Mat Entus sendirian mulai memberanikan diri bercerita ke pihak bidan di Puskesmas Cibadak. Dari situ, ia kemudian mendapatkan obat penenang agar Mat Entus tidak berteriak dan berperilaku aneh.
"Alhamdulillah, dua bulan minum obat. Tadinya nggak pake baju mau pake baju. Bapak juga udah mulai bisa diajak ngomong," tuturnya.
Terkendala BPJS
Dokter Puskesmas Cibadak, dr Sopiah Mamat yang ditemui wartawan di lokasi menceritakan kondisi Mat Entus yang memprihatinkan. Diagnosa yang dilakukan mengindikasikan Entus mengalami Skizoprenia.
"Ada halusinasi, ada percobaan bunuh diri menyakiti diri sendiri," kata Sopiah kepada wartawan.
Pihak puskesmas menurutnya memang belum lama ini mengatahui ada warganya di Cibadak yang dipasung selama 20 tahun. Itupun karena pihak keluarga yang mau terbuka dan melapor.
Di lain sisi menurutnya, Mat Entus sampai saat ini belum mempunyai BPJS. Namun pihak puskesmas dari beberapa bulan lalu sudah memberikan bantuan dengan memberikan obat penenang.
"Terus-terusan kita kasih obat penenang, paling dosis kita kurangi pelan-pelan," ujar Sopiah.
Pantauan detikcom di lokasi, Mat Entus dipasung dengan cara dirantai kedua kakinya. Ia ditempatkan di sebuah gubuk terpal di belakang rumah. Suasa pengap dan bau terasa menyengat begitu memasuki gubuk yang hanya luas 4x4 meter tersebut.
Sampai hari ini, Lissiyawati sendiri mengaku masih ragu untuk membuka rantai pasung Mat Entus. Apalagi, ia hanya satu-satunya perempuan yang menjaga selama 11 tahun terakhir.
(bri/rvk)











































