Anggota DPR Sindir Calon Komisioner KPU Soal Gugatan ke MK

Uji Calon Komisioner KPU

Anggota DPR Sindir Calon Komisioner KPU Soal Gugatan ke MK

Aditya Mardiastuti - detikNews
Senin, 03 Apr 2017 13:38 WIB
Anggota DPR Sindir Calon Komisioner KPU Soal Gugatan ke MK
Seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu / Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Jakarta - Komisi II DPR menggelar uji kepatutan dan kelayakan 14 anggota KPU. Pada gelombang pertama, komisi II DPR mencecar terkait independensi komisioner KPU dan hubungan antara Komisi II sebagai mitra.

"Beri definisi tentang KPU yang independen dan mandiri itu seperti apa, karena kata itu kadang membuat KPU merasa nggak dapat dukungan parpol. Padahal KPU itu panitia pesta pernikahan, mempelainya parpol-parpol," tanya anggota Komisi II DPR Komarudin Watubun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (3/4/2017).

Tak hanya itu calon anggota KPU yang juga petahana juga dicecar pertanyaan terkait posisi pejabat negara atau penyelenggara negara. Pertanyaan itu diajukan politikus Golkar Rambe Kamarul Zaman yang juga bertanya tentang apakah pilkada masuk rezim pemprov atau daerah atau rezim pemilu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Politikus Demokrat Zulkifli Anwar juga menyinggung hubungan komisioner KPU dengan komisi II DPR yang sempat memanas akibat judicial review UU Pilkada. Tak hanya itu Zulkifli juga menyindir agar sikap calon anggota yang juga petahana Arief Budiman dan Ferry Kurnia Rizkiyansyah tidak ditularkan ke calon lain.

"KPU dan Komisi II adalah mitra. Saya sepakat sama mayor Rambe. Bahwa dulu pernah kita ributkan penyelenggara ini penuh keikhlasan dan waktu untuk KPU pilkada. Setelah diberi kewenangan KPU periode lalu tidak sependapat. KPU yang lalu sudah rapat nih, tapi mengajukan Judicial Review ke MK minta kebebasan menentukan semua sendiri sebetulnya sudah kita sependapat," ujar Zulkifli.

Zulkifli juga menyindir sikap Ferry dan Arief yang tidak sejalan saat menjabat komisoner KPU dengan pihaknya. Sambil bercanda dia menyindir reaksi antara Arief dan Ferry saat dia memaparkan pertanyaannya.

"Kami minta dengan cara yang lama betul ada komitmen bahwa apa yang disepakati dengan Komisi II sudah keputusan mengikat. Nanti dengan yang 3 akan kita pertanyakan sama. Kalau Pak Ferry, Pak Budiman sepakat saya pilih. Saya pernah belajar ilmu psikologis pandang-memandang. Kayaknya Pak Arief masih mau menentang Komisi II, senyum bapak sinis. Pak Budiman (kelihatan) senang dia mau komitmen. Jadi saya harus komit," urainya.

Setelah itu masing-masing fraksi mengajukan pertanyaannya. Salah satu anggota KPU Anmus Atkana juga ditanya komitmennya maju mencalonkan diri sebagai komisioner KPU Pusat padahal kasus pemilihan di KPU Papua Barat bermasalah.

"Masih berani maju untuk mencalonkan diri padahal di Papua masih banyak permasalahan. Ini syaya khawatir apa yang di visi-misi saya pastikan bohong semua," kata Rufinus Hutauruk. (ams/imk)


Berita Terkait