"Jadi kita sedang verifikasi semua info yang masuk, karena semua info berasal dari larinya beberapa orang ke KJRI dan sudah dibantu," ujar Retno usai menghadiri rapat terbatas di Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (3/4/2017).
Menurut Retno, dirinya telah menghubungi otoritas KJRI setempat yang menerima beberapa TKI yang melarikan diri itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Retno meminta KJRI di Arab saudi yang menerima TKI yang kabur dari majikan untuk didata nama perusahaan pengirimnya. Agar praktik-praktik pengiriman tenaga kerja unprosedural bisa dicegah.
"Jadi berita itu harus diverifikasi dulu, tapi yang jelas KJRI sudah lakukan action baik pada pemerintah ataupun otoritas setempat dengan perusahaannya. Fungsi perlindungan sudah jalan untuk TKI yang lari tersebut dan di sini saya sedang menunggu info mengenai perusahaan yang terlibat di sini untuk diambil tindakan tegas," jelasnya.
"Enggak bisa kaya begini terus terusan. Selalu ada atau banyak TKI kita yanh dikirim secara unprosedural. Kasian mereka ini adalah manusia yang harus dilindungi," tutupnya. (adf/tor)











































