"Bahwa masuk ke gedung DPR MPR itu ada beberapa jalan, ada jalan yang akan dilewati. Ada juga nanti caranya untuk menabrakkan kendaraan yaitu truk atau kendaraan nanti di pagar belakang DPR," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (3/4/2017).
Argo mengatakan ada dua lokasi dalam upaya penangkapan. Pertama di daerah Kalibata dan kedua daerah Menteng dengan 2 tersangka. Dari kedua lokasi tersebut, Argo mengatakan ada indikasi untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Argo menuturkan ada beberapa hal yang dihasilkan dalam rapat tersebut. Termasuk di dalamnya ada pemberian dana yang direncanakan.
"Ada beberapa dana yang sedang kita telusuri, kemarin juga ada yang digunakan untuk kegiatan unjuk rasa," tuturnya.
Ada yang digunakan untuk sewa bus, ada yang digunakan untuk logistik. Mungkin juga di tempat itu juga pertemuan itu nantinya juga akan menduduki DPR MPR di sana sampai rinci," imbuhnya.
Menurut Argo dalam kasus pemufakatan makar ini, pelaku ada indikasi untuk masuk di gedung DPR MPR dengan rencana menabrak gerbang utama.
"Ada tujuh pintu dari hasil rapat itu, ada gorong-gorong nanti lewat situ bisa masuk. Jadi dengan asumsi bahwa jika semua massa sudah masuk gedung DPR, akan kesulitan untuk dikeluarkan. Ini sudah ada pemufakatan-pemufakatan sudah ada niat yang dihasilkan dari pada rapat itu," ucapnya. (rvk/rvk)











































