Ular piton 7 meter menyerang Darwis (50) di kebun jati, Kampung Tengah, Kelurahan Pallete, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Beruntung, Darwis selamat, hanya saja tangannya terluka.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 1 April 2017, sekitar pukul 09.30 Wita. Darwis yang tengah membabat ilalang, disergap dan dililit piton yang tak diketahui tempat persembunyiannya. Darwis berontak dan sukses menebas kepala hewan melata tersebut dengan parang.
Piton yang menggigit Darwis memang mati. Namun dimungkinkan masih ada ular-ular besar lainnya di kebun. Nah, karena itu, pasca kejadian, warga waswas berkebun. Mereka khawatir diserang ular. Kebun dan hutan di kawasan tersebut memang kerap jadi tempat persembunyian ular.
"Warga masih khawatir masih ada ular lainnya di kebun," kata Rosnidar, putri Darwis, Minggu (2/4) kemarin.
Baca: Ular Piton 7 Meter Muncul Lagi, Hampir Mangsa Warga Bone
Fenomena ular besar menyerang manusia sebelumnya terjadi di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Akbar (25), Dusun Pangerang, Desa Salubiro, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, ditemukan tewas di perut piton sepanjang 4 meter. Peristiwa ini terjadi pada Senin, 27 Maret 2017.
Kenapa piton menyerang atau memangsa manusia? Para peneliti menilai ular akan menyerang jika merasa terganggu. Sebab, pada dasarnya, mereka hanya memakan tikus, ayam, atau hewan kecil.
"Ular hanya menyerang atau memangsa manusia kalau diganggu atau diserang," kata peneliti reptil dari LIPI, Evi Ayu Arida, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (29/3/2017). (try/try)











































