"Serahkan pada yang ahli yang sudah terlatih. TNI, Polri maupun relawan, untuk yang tidak terlatih kami mohon untuk di tempat yang aman, agar semuanya berjalan dengan lancar," katanya saat meninjau lokasi bencana, Minggu (2/4/2017).
Menurut pria yang akrab disapa Gus Ipul ini, saat ini seluruh tim tanggap darurat masih berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan upaya pencarian para korban yang masih hilang. Pihaknya tidak bisa menargetkan kapan proses evakuasi selesai dilakukan, mengingat jumlah material longsor cukup banyak, sedangkan jumlah peralatan yang diterjunkan ke lokasi bencana terbatas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut orang nomor dua di Pemprov Jatim ini mengaku akan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait masa tanggap darurat yang akan diberlakukan. Pemda Ponorogo sendiri sudah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari.
Ipul menambahkan, dalam kondisi cuaca yang tidak menentu pihaknya meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Terlebih bagi yang berada di kawasan rawan bencana.
"Hampir seluruh kabupaten di Jawa Timur ini rawan bencana, semuanya sudah terpetakan dan titiknya sudah diketahui. Kalau memang kondisinya hujan atau tidak bersahabat lebih baik langsung mengungsi ke tempat yang lebih aman," jelas Gus Ipul.
Hingga Minggu sore, dua orang dari 28 korban yang berhasil ditemukan. Sisanya masih dalam proses pencarian. (elz/elz)










































