"TNI 200 personel, Polri 160 personel, BPBD 200 personel, Basarnas 45 personel, Tagana 100 personel, SKPD Ponorogo 600 personel dan Relawan 350 personel," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho saat jumpa pers di Gedung BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Minggu (2/4/2017).
Sutopo juga mengatakan pihaknya sudah mengerahkan alat berat dan peralatan untuk mencari korban di lokasi. Misalnya, mobil dapur umum, ambulans, tenda, ekskavator, genset dan truk tangki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuh alat berat sudah di lokasi, kebutuhan mendesak peralatan evakuasi perorangan seperti sekop, jas hujan, sepatu karet dan lainnya. Selain itu, pemakanan dan air bersih juga dibutuhkan di lokasi," kata dia.
BNPB menjelaskan sulitnya sinyal untuk berkomunikasi di lokasi kejadian. Akses menuju lokasi mengalami kesulitan karena banyaknya kendaraan dan orang yang ingin menyaksikan peristiwa.
"Tidak ada sinyal HP dan Radio. Banyak kendaraan dan orang menuju ingin melihat lokasi jadi macet," tutupnya.
Peristiwa longsor terjadi pada hari Sabtu (1/4). Akibat dari peristiwa ini, 2 orang dinyatakan tewas, 26 orang masih dalam tahap pencarian. Kemudian jumlah korban luka berat 1 orang dan luka ringan 19 orang. (dkp/rvk)











































