Pantauan detikcom sekitar pukul 15.45 WIB di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (2/4/2017). Ahok dan Novanto kompak mengenakan kemeja kotak-kotak berwarna kuning.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Ahok sudah tiba di ruang VIP sejak pukul 13.00 WIB. Saat memasuki ruang rapat, Ahok belum berkomentar kepada awak media.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok-Novanto di acara pembekalan saksi pilkada yang diselenggarakan golkar Foto: Akhmad Mustaqim/detikcom |
Di lokasi, para kader Golkar tidak lupa untuk berfoto bersama Ahok. Mantan anggota DPR ini turut melayani permintaan berfoto.
Sementara, Novanto menjelaskan sedikit mengenai acara yang dihelat. "Saksi-saksi ini, mudah-mudahan menjadi kekuatan bersama," jelas Novanto.
Acara berlangsung terbuka. Hingga berita diturunkan, acara masih berlangsung di lokasi.
Ahok-Novanto di acara pembekalan saksi pilkada yang diselenggarakan golkar Foto: Akhmad Mustaqim/detikcom |
"Kami ingin merjadi kader militan, bukan hanya saksi mengawasi di TPS, tapi dia harus bisa menyaksikan kami, jadi dia harus tahu isu, fitnah di lapangan," kata Ahok di lokasi yang sama.
Ahok mencontohkan beberapa kasus, seperti pada kebijakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang kini diberlakukan. Dia mengatakan sebenarnya isu PBB tersebut untuk mencegah orang tidak mampu untuk tetap bisa tinggal di Jakarta.
"Misalnya saya menggratiskan PBB jadi 0, tujuannya supaya orang miskin tidak keluar rumah tersingkir lalu pindah ke luar kota. tapi ada oknum tertentu mengatakan itu bukti Ahok mau gusur kalian. Nah kami jelaskan kalau tidak mau ganti uang, itu NJOP yang di-nol-kan, ini NJOP nilainya tetap. Udah dihitung PBB-nya berapa baru di-nol-kan. Itu namanya diskon, ini isu ini mereka harus tahu," ungkap Gubernur DKI nonaktif itu.
Ahok juga berbicara soal adanya isu bahwa dirinya akan membongkar kampung-kampung kumuh. Menurutnya hal tersebut penting karena jika tidak diperhatikan, para saksi tersebut bakal jadi senjata makan tuan.
"Kita mau ganti atap kok, atap baja ringan, ini saksi perlu tahu. Kalau nggak, ini saksi bisa goyang dia dilatih dengan baik awasi TPS di lapangan misalnya rumahnya jelek, lalu orang bilang, 'eh lo saksinya Ahok ya, rumah lo aja mau diroboin mau dibongkar juga', bisa-bisa saksi kita nggak milih kita," tutur Ahok.
Foto: Akhmad Mustaqim/detikcom |
Dia mengharapkan seusai Pilkada, silahturahmi dengan para saksi harus tetap berjalan. Menurut Ahok, partai Golkar mempunyai link baik untuk mewujudkannya.
"Mereka bisa jadi RT-RW kalau bekerja dengan baik, kami kasih gaji UMP. Orang akan berlomba-lomba berbuat kebaikan kepada tetangga karena kalau berbuat baik dia akan jadi RT-RW," ujar Ahok.
"Malah yang tadi saya katakan dia bisa jadi anggota DPRD terpilih kalau dia membantu sebuah wilayah dengan baik terus, kata temen-temen yang mau nyalon DPRD, kita saingan dong, harusnya begitu semua orang bersaing berbuat baik kepada masyarakat supaya dipilih dan menguntungkan masyarakat konsepnya begitu," tutupnya. (dkp/erd)












































Ahok-Novanto di acara pembekalan saksi pilkada yang diselenggarakan golkar Foto: Akhmad Mustaqim/detikcom
Ahok-Novanto di acara pembekalan saksi pilkada yang diselenggarakan golkar Foto: Akhmad Mustaqim/detikcom
Foto: Akhmad Mustaqim/detikcom