Sekjen PDIP: Warga DKI Ingin Ahok Lanjutkan Program Prorakyat

Pilgub DKI Putaran Kedua

Sekjen PDIP: Warga DKI Ingin Ahok Lanjutkan Program Prorakyat

Jabbar Ramdhani - detikNews
Minggu, 02 Apr 2017 14:06 WIB
Sekjen PDIP: Warga DKI Ingin Ahok Lanjutkan Program Prorakyat
Foto: Jabbar Ramdani/detikcom
Jakarta - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengikuti deklarasi dukungan kepada pasangan calon cagub-cawagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. Deklarasi ini disampaikan oleh Forum Silaturahmi Jakarta Utara (Forsju).

Menurutnya, dukungan ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat kepada Ahok-Djarot. Masyarakat menginginkan paslon nomor urut 2 ini terus melanjutkan program prorakyat.

"Yang buat kami terharu, ibu-ibu tadi datang dan mengatakan Pak Ahok jangan takut, dengan berbagai fitnah, berbagai intimidasi agar Pak Ahok tetap bergerak pada keyakinannya untuk melanjutkan program-program yang pro pada rakyat," kata Hasto usai acara deklarasi di Jalan Yos Sudarso, Koja, Jakut, Minggu (2/4/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan program Ahok-Djarot seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS) diterima dengan baik oleh masyarakat. Selain itu, kehadiran pasukan oranye, hijau dan biru juga membatu masyarakat Jakarta.

Hal-hal itu membuat masyarakat ingin terus paslon petahana ini untuk kembali memimpin Jakarta. Hasto juga mengatakan warga yang mendeklarasikan dukungan ini ingin pemimpin yang antikorupsi.

"Sehingga kepemimpinan yang mampu membawa perubahan inilah yang rupanya didambakan oleh warga. Kepemimpinan yang anti korupsi. Sehingga di tengah yang menggunakan intimidasi, isu-isu SARA ternyata ibu-ibu sangat kokoh berdiri di belakang Pak Ahok dan Pak Djarot, itu yang kami temukan pada kegiatan kali ini," ujarnya.

Dalam acara ini, selain Hasto juga turut datang anggota DPR RI fraksi PDIP Rieke Diah Pitaloka. Rieke juga sempat berdialog dengan warga soal program KJP dan KJS di lingkungan tersebut.

"Bapak-Ibu bagaimana dengan KJP dan KJS? Untuk KJS jangan disalahgunakan ya. Agar anak kita tetap bisa sekolah dengan lancar dan KJP juga bisa dipakai untuk beli makanan yang bergizi untuk mendukung anak agar lebih cerdas," ujar Rieke.

Ia juga bicara soal Kartu Jakarta Lansia (KJL) yang diwacanakan oleh Ahok-Djarot. Menurutnya program ini sebagai wujud terima kasih Ahok-Djarot kepada lansia.

"Jadi adanya KJL ini akan bantu lansia yang selama ini banyak yang terbengkalai. Sekarang Insyaallah Kartu Lansia nanti ada anggaran agar bagaimana ada bantuan lansia. Ini sebagai bentuk terima kasih Pak Ahok dan Pak Djarot kepada lasnia," ujarnya.

Sekjen PDIP: Warga DKI Ingin Ahok Lanjutkan Program ProrakyatFoto: Jabbar Ramdhani/detikcom

Sekjen PDIP: Rakyat Tidak Terpengaruh Isu SARA

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto bersama anggota Komisi IX Fraksi PDIP Rieke Diah Pitaloka blusukan ke warga yang tinggal di kawasan Koja, Jakarta Utara. Hasto mengatakan tujuan kedatangannya ialah untuk melihat antusiasme warga terhadap program yang dibuat pasangan petahana di Pilgub DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

"Kedatangan kami untuk mengecek antusiasme dari warga dan mereka memberikan dukungan yang kuat untuk Pak Ahok dan Pak Djarot. Dan kehadiran kami juga menambah optimisme kami di bawah Pak Ahok dan Pak Djatot akan memenangkan putaran kedua ini," kata Hasto di Rusun Sindang, Jalan Sindang Raya, Koja, Jakut, Minggu (2/4/2017).

Ia mengatakan antusiasme warga tersebut dikarenakan warga mengapresiasi program yang dibuat Ahok-Djarot selama menjabat. Hasto mengatakan warga merasakan kebijakan cagub-cawagub petahana ini dapat dirasakan oleh masyarakat.

"Dari kunjungan kami ke daerah ini, menunjukkan bahwa warga juga sangat mengapresiasi kebijakan Pak Ahok-Pak Djarot. Mereka yang coba mengganjal kepemimpinan Pak Ahok karena tidak mau bersaing dengan cara-cara yang sehat," tutur Hasto.

"Terbukti bagaimana pendekatan pembangunan yang dilakukan Pak Ahok dan Pak Djarot adalah pembangunan yang sangat manusiawi, sangat mengedepankan partisipasi publik, berorientasi ke bawah. Itu yang mereka suarakan tadi," lanjutnya.

Hasto mengakui di dalam program yang dikeluarkan oleh Ahok-Djarot, memang masih ditemui kekurangan. Hal ini seperti masih adanya warga yang belum mendapatkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS). Begitu pula warga Koja yang masih mengeluhkan adanya genangan air ketika terjadi hujan besar.

Namun, menurutnya Hasto, warga menginginkan adanya pemimpin yang antikorupsi dan memiliki program prorakyat. Dia juga tidak melihat adanya warga yang terpengaruh dengan isu suku, ras, agama dan antargolongan (SARA) yang muncul sebagai kampanye hitam yang menyerang paslon nomor urut 2 ini.

"Kepemimpinan yang mampu membawa perubahan inilah yang rupanya didambakan oleh warga. Kepemimpinan yang antikorupsi. Sehingga di tengah yang menggunakan intimidasi, isu-isu SARA ternyata ibu-ibu sangat kokoh berdiri di belakang Pak Ahok dan Pak Djarot, itu yang kami temukan pada kegiatan kali ini," ujarnya.

Selain datang ke Rusun Sindang, Hasto juga berdialog dengan warga yang berkumpul untuk menyatakan deklarasi dukungan kepada Ahok-Djarot di Jalan Yos Sudarso, Koja, Jakut. Ia mengatakan, warga tidak terpengaruh dengan isu SARA karena menurutnya warga sudah cerdas.

"Ternyata rakyat sangat cerdas, rakyat tidak terpengaruh seluruh isu-isu yang berkaitan dengan SARA. Karena budaya demokrasi kita adalah budaya yang santun. Bukan orang yang pura-pura santun. Tapi demokrasi yang berkeadaban. Itulah yang kami lakukan," ungkap Hasto.

Dia mengatakan, pihaknya tidak akan menggunakan isu SARA pada gelaran pilkada. Hasto mengatakan yang dilakukan oleh partai pengusung ataupun pendukung Ahok-Djarot adalah untuk melakukan pendidikan politik kepada warga.

"Kami tidak akan menggunakan hal yang sama. Kami justru bergerak ke bawah. Kami malah justru mengedepankan pendidikan politik, dan kami mendengarkan rakyat," ucapnya.

Dia menambahkan, Ahok-Djarot pun tidak akan mengubah karakter mereka untuk pencitraan kepada pemilih. Menurutnya, paslon ini akan mengedepankan program antikorupsi dan kebijakan prorakyat. Hal ini termasuk yang akan ditunjukkan pada saat keduanya menjalani debat kandidat.

"Tidak ada persiapan khusus. Pak Ahok dan Pak Djarot akan tampil sesuai dengan kultur dan karakter kepemimpinan. Pak Ahok tidak akan kita ubah sekadar untuk pencitraan. Pak Ahok justru akan dikedepankan bagaimana kebijakan-kebijakan yang tanpa kompromi dalam memberantas korupsi," tegas Hasto.

"Kebijakan yang prorakyat melalui KJP, KJS, pembangunan rumah-rumah ibadah yang dilakukan dengan sangat baik. Perhatian pada kaum duafa, marbot pun dapat kesempatan untuk umrah. Itu yang kita pertahankan dari Pak Ahok dan Djarot," paparnya. (jbr/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads