Rapat DPP di Yogyakarta Tidak Bahas PDIP Pembaruan
Kamis, 21 Apr 2005 00:16 WIB
Yogyakarta - Ketua DPP PDIP Jacob Nuwawea mengatakan rapat DPP di Yogyakarta tidak membahas kelompok PDIP Pembaruan. Namun rapat selama tiga hari ini hanya akan membicarakan masalah pemilihan kepala daerah (pilkada) di beberapa daerah yang dalam waktu dekat ini akan segera digelar.Meski ada usulan untuk dibicarakan mengenai masalah internal partai, yakni persoalan membangkangnya sejumlah kader yang dimotori kelompok PDIP Pembaruan. Namun hal itu belum disinggung. Jacob justru mengharapkan mereka kembali ke PDIP karena akan percuma saja melakukan gerakan seperti itu."Soal itu tidak kita bahas. Kita disini hanya membicarakan soal persiapan pilkada," kata Jacob Nuwawea kepada wartawan di Hotel Jogjakarta Plaza di Jl Gejayan Yogyakarta, Rabu (20/4/2005).Dia mengatakan tuntutan yang dilakukan oleh kelompok Pembaruan adalah persoalan kecil saja yang tidak perlu dibesar-besarkan. Saat ini, PDIP lebih konsentrasi memikirkan masa depan partai yang jauh lebih penting.Menurut Jacob gerakan pembaruan yang dilakukan Arifin Panigoro cs secara faktual telah melanggar AD/ART partai. Sedangkan sanksi yang bisa dijatuhkan kepada pelanggar ada tiga kategori yaitu peringatan, skorsing dan pemecatan."Yang dilakukan oleh mereka ini sudah jelas-jelas melanggar kategori berat. Saya kira nanti sanksinya adalah sanksi kedua atau ketiga berupa skorsing atau pemecatan, karena yang dilakukan sudah jelas-jelas melampaui batas," kata Yacob.Sementara itu Ketua DPP PDIP lainnya Tjahjo Kumolo menambahkan PDIP tetap pada garis kebijakan partai untuk beroposisi. Sikap itu diambil secara mandiri tidak melibatkan partai lain. Namun oposisi yang dilakukan tidak sekedar membabi buta dengan tujuan menyalahkan kekuasaan."Oposisi yang kita lakukan dengan cara memberikan sikap kritis berdasarkan mekanisme yang ada dan profesional. Sekaligus memberikan solusi alternatif pemikiran," katanya.
(mar/)











































