DetikNews
Sabtu 01 April 2017, 09:59 WIB

Dituduh PKI, Wali Kota Bekasi Polisikan Orator Demo

Mei Amelia R, Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Dituduh PKI, Wali Kota Bekasi Polisikan Orator Demo Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi melaporkan orator demo Gereja Santa Clara, Ismail Ibrahim, ke Polda Metro Jaya atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik. Polisi saat ini masih menyelidiki laporan tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dimintai konfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. "Iya betul ada laporan itu, yang laporan lawyer-nya. Sedang kita selidiki laporannya," ujar Argo kepada detikcom, Sabtu (1/4/2017).

Argo mengatakan Rahmat melaporkan Ismail terkait dengan penyampaiannya saat demo. Rahmat merasa namanya dicemarkan karena dituding sebagai PKI.

"Iya Wali Kota merasa dimaki-maki sama pengunjuk rasa itu," ucapnya.

Saat ini penyidik masih mendalami laporan tersebut. Penyidik akan melakukan gelar perkara terlebih dahulu untuk menentukan kelanjutan laporan ke tahap penyidikan.

Kuasa hukum Rahmat, Naupal Al Rasyid, mengatakan sebenarnya ada banyak demonstran yang dianggap mencemarkan nama baik Rahmat.

"Intinya betul kita laporan terhadap orator demo. Sebetulnya ada banyak, tetapi yang kita laporkan salah satunya Ismail itu," ujar Naupal kepada detikcom, Jumat (31/3).

Laporan itu tertuang dalam Nomor TRL/1582/III/2017/PMJ/Ditreskrimum tertanggal 30 Maret 2017. Ismail dilaporkan dengan Pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik dan Pasal 311 KUHP tentang fitnah.
(mei/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed