"Sudah menyusun tema dan sudah rapat dengan tim pasangan calon. Pertama tema, kemudian metode debat yang akan dilakukan buat putaran kedua itu yang agak sedikit berbeda dengan debat-debat di putaran pertama," ujar Dahliah Umar, komisioner KPU DKI Jakarta, kepada detikcom, Jumat (31/3/2017).
"Isu permasalahan yang akan dijawab adalah soal kesenjangan dan keadilan sosial. Kedua penegakan hukum dan ketiga soal bonus demografi. Subtemanya adalah transportasi, tempat tinggal, reklamasi, pelayanan publik menyangkut pendidikan dan kesehatan, dan UMKM atau dunia usaha," lanjutnya.
Metode yang digunakan pada debat putaran kedua nanti tidak banyak berubah. Hanya saja, kali ini ada perwakilan masyarakat yang diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada kedua pasangan calon.
"Sebenarnya tidak jauh berbeda, tetap ada pertanyaan dari panelis kepada calon, kemudian calon saling bertanya, kemudian kita juga membuka perwakilan dari empat masyarakat untuk bertanya," lanjut Dahliah.
Adanya audiens dan penanya dari masyarakat pada debat putaran kedua nanti, menurut Dahliah, merupakan realisasi masukan dari masyarakat. Ia juga mengatakan banyak komentar yang masuk agar masyarakat dilibatkan untuk bertanya langsung kepada kedua paslon.
"Kami ingin debat ini tidak hanya memperlihatkan diskusi itu dilakukan antarelite saja, kami ingin perwakilan masyarakat juga diberi kesempatan untuk bertanya. Karena Jakarta itu kan penduduknya dari berbagai macam kalangan dan banyak sekali komentar dari masyarakat yang masuk tentang permintaan masyarakat untuk bertanya langsung. Sebelumnya memang sudah diterima, tapi kami saring dan dikumpulkan menjadi pertanyaan yang ditanyakan oleh moderator. Sekarang kami ingin masyarakatnya yang bertanya langsung karena faktanya ada pertanyaan yang mereka ingin sampaikan dan didengar langsung jawabannya," pungkasnya.
KPU DKI Jakarta telah menyiapkan tim khusus untuk mengatur dan menyeleksi siapa perwakilan masyarakat yang hadir dan diberi kesempatan bertanya. Dari segi keamanan, ia menyampaikan tidak jauh berbeda dari debat sebelumnya, masih bekerja sama dengan pihak kepolisian.
"Tetapi nanti pengaturannya sangat matang karena harus menyeleksi siapa perwakilan masyarakat yang kita hadirkan untuk diberi kesempatan bertanya. Dan ada tim khusus dari KPU DKI yang melakukan proses itu. Untuk keamanan masih sama, kami bekerja sama dengan kepolisian. Sejauh ini di debat 1, 2, dan 3 kan kinerja pengamanan dari kepolisian sudah baik, jadi tidak akan jauh berbeda dari pengamanan lokasinya kan masih sama di Bidakara," tutupnya. (lkw/ams)











































