BPK Nilai Bank Mandiri Sembrono Salurkan Kredit
Rabu, 20 Apr 2005 21:06 WIB
Jakarta -
Wajar saja bila Bank Mandiri mengalami kredit macet yang bejibun. BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) saja menilai Bank Mandiri sembrono dalam menyalurkan kreditnya. Sikap kekuranghatian ini, antara lain Bank Mandiri tidak mendasarkan pada analisis keuangan dan informasi dalam memadai dalam mengeluarkan kredit. Ini terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Penilaian ini disampaikan Anggota BPK Uju Djuhaeri kepada wartawan seusai mengikuti rapat konsultasi antara Presiden SBY dengan BPK di Istana Negara, Jl. Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (20/4/2005). Ketidakhati-hatian Bank Mandiri sesuai audit BPK selama ini. Dan hasil audit ini akan diserahkan ke Kejaksaan Agung pekan depan. "Manajemen kurang berhati-hati. Penyaluran kredit tidak berdasarkan analisis keuangan dan informasi yang cukup," kata Uju. Uju pun menyampaikan salah satu contoh, yaitu tentang kredit sebesar Rp 300 miliar ke PT Lativi Media Karya milik Abdul Latif. Setelah beberapa tahun mendapatkan kredit, perusahaan ini tidak kunjung membaik. Bahkan induk perusahaannya pun, PT Pasaraya, ikut limbung karena tingginya beban utang yang harus ditanggung. "Manajemen sendiri beralasan kredit itu berdasarkan prospek bisnis perusahaan," ujar Uju.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































