Amien Harus Tanggalkan MPP PAN Bila Jadi Ketua PP Muhammadiyah
Rabu, 20 Apr 2005 20:57 WIB
Yogyakarta - Keinginan Amien Rais untuk maju sebagai calon ketua PP Muhammadiyah, tampaknya tidak akan mulus. Amien harus tanggalkan jabatan Ketua MPP PAN (Partai Amanat Nasional). Sebab, Ketua PP Muhammadiyah tidak boleh merangkap jabatan di partai politik (parpol).Ketentuan ini bukan tanpa dasar. Ini sesuai dengan Anggaran Rumah Tangga (ART) dan khittah Muhammadiyah. Penegasan ini disampaikan Sekretaris PP Muhammadiyah Haedar Nashir seusai menjadi pembicara dalam dialog publik Kepemimpinan Muhammadiyah 2005-2010 di gedung Mandala Bhakti Wanitatama di Jl. Laksda Adisucipto, Yogyakarta, Rabu (20/4/2005).Haedar meminta agar Amien Rais liuk-liuk sikapnya selama ini. Menurut dia, Amien harus menjelaskan mengapa tidak mau menjadi ketua umum PAN, kemudian masuk di MPP. Dan saat ini, Amien berencana masuk kembali ke PP Muhammadiyah. "Pak Amien harus menjelaskan semuanya ini kepada warga Muhammdiyah. Ini kan berkaitan dengan citra publik," katanya.Meski ada usulan dari beberapa pengurus daerah dan wilayah Muhammadiyah yang meminta agar mantan ketua umum PAN itu kembali memimpin Muhammadiyah nanti, PP Muhammadiyah mengaku belum tahu pasti. PP Muhammadiyah juga belum mengetahui apa sikap resmi Amien Rais itu. "Memang sudah ada beberapa nama yang diusulkan oleh para pengurus daerah termasuk nama Pak Amien. Tapi sampai sekarang, kami belum tahu bagaimana sikap Pak Amien sendiri itu seperti apa," katanya.Haedar menegaskan berdasarkan peraturan pemilihan di Muhammadiyah yang berlaku, pengurus PP Muhammadiyah tidak boleh merangkap jabatan sebagai pimpinan parpol termasuk di MPP. Berasal dari parpol manapun dia harus bersedia melepaskan diri dari jabatan politik. "Itu harus dan sudah pakem dan ada di ART," tegasnya. Tidak hanya itu. Saat ini, juga ada usulan yang ekstrim yang berkembang, bahwa seleksi di Muhammadiyah agar diperketat. Ini untuk mengantisipasi agar Muhammadiyah tidak menjadi ajang ambisi politik siapa pun dari pusat hingga bawah termasuk soal pilkada."Bahkan mereka yang punya agenda politik tahun 2009, baik mau jadi presiden maupun wapres. Mereka tidak diberi ruang, artinya bila sekali sudah memilih ke Muhammadiyah, dia tidak punya peluang menjadi calon lainnya. Namun itu baru usulan-usulan saja," kata dia.
(asy/)











































