"Siswa yang diperiksa 14 dan 3 pamong. Ini proses masih berlanjut, masih proses pemeriksaan," kata Kapolres Kabupaten Magelang AKBP Hindarsono saat dihubungi detikcom, Jumat (31/3/2017) malam.
Hindarsono menyebut penyelidikan kasus tewasnya Krisna, yang diduga tewas dibunuh temannya, ini dibantu tim dari Polda Jawa Tengah. Dia belum mau membeberkan keterangan yang diberikan saksi dengan alasan masih proses penyelidikan.
"Jadi itu kan masih kaitan proses penyelidikan, kita tidak bisa menyampaikan. Insyaallah nanti secepatnya apa yang disampaikan beliau (Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono), alat buktinya sudah jelas, sudah mengarah, kita tetapkan siapa sebagai tersangka," kata dia.
Lantas apakah pelaku diduga orang dalam?
"Dugaan masih dalam proses, kemungkinan (orang dalam) tapi kan nggak bisa mudah menyampaikan. Siswa 14 ini masih saksi semuanya, belum ada tersangka," ujar Hindarsono.
Sebelumnya diberitakan polisi memeriksa 11 saksi terkait tewasnya Krisna. Saksi-saksi yang diperiksa adalah siswa dan pengasuh di SMA Taruna Nusantara.
"Kita sedang menginterogasi 11 orang. Ada siswa, ada pengasuh yang melihat, yang menemukan awal," ujar Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Djarod Padakova.
Dari informasi yang diterima, siswa tersebut ditemukan tewas di Barak G-17 kamar 2-B kompleks SMA Taruna Nusantara. Seorang pengasuh menemukan korban saat membangunkan untuk salat subuh.
Djarod Padakova mengatakan, dari kondisi korban siswa SMA Taruna yang tewas di barak itu, diketahui terdapat luka menganga di leher sebelah kiri. "Lukanya di leher sebelah kiri, luka robek. Diduga akibat benda tajam," kata Djarod. (ams/try)











































