Ini Kendala Satgas Tinombala Tumpas Sisa Kelompok Santoso

Bartanius Dony - detikNews
Jumat, 31 Mar 2017 14:17 WIB
Kapolda Sulteng, Brigjen Rudi Sufahriadi
Jakarta - Satgas Tinombala mengalami sejumlah kendala menumpas kelompok teroris Santoso yang tersisa 9 orang. Diduga kelompok yang tersisa menerapkan strategi baru guna menghindari penyergapan Satgas Tinombala.

"Sekarang pengalaman mereka dikejar kita, lebih bagus lagi, lebih teliti lagi. Di mana temannya kena (tembak) dulu, bagaimana cara kenanya," jelas Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Rudy Sufahriadi, saat ditemui di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (31/3/2017).

Operasi Tinombala diperpanjang hingga tiga bulan ke depan. Saat ini sedang dilakukan pergantian pasukan dari Polri maupun dari TNI. Total ada 1.000 pasukan Polri dan 1.000 pasukan TNI yang bertugas melumpuhkan kelompok Santoso.

"Satu kompi dari Maluku, 1 kompi dari Lampung, satu dari Jateng, ditambah dari (Brimob) Kelapa Dua," imbuh Rudy.

Saat ini ruang gerak kelompok pimpinan Ali Kalora sudah melemah. Mereka hanya memiliki sekitar tiga senjata dan tersisa sembilan orang. Mereka beroperasi di Gunung Biru, Poso. Diperkirakan mereka juga kehabisan bahan makanan.

Selama operasi ini, 24 anggota kelompok teroris Santoso berhasil diungkap, 14 di antaranya meninggal dunia, termasuk pimpinan kelompok atas nama Santoso atau Abu Wardah.

"Hari ini kita adu taktis sama mereka, kita sedang kejar," tegas Rudy. (brt/fdn)