Al-Khaththath beranggapan, maksud dari pernyataan Rais Aam PBNU itu ialah agar menggelar aksi secara baik. Selain itu, menurutnya, Ma'ruf Amin tidak menutup kesempatan umat Islam untuk demo.
"Saya dengar di TV, beliau mengatakan kalau besok berunjuk rasa lakukan dengan baik. Beliau tidak menutup kesempatan umat untuk berdemo dan itu kan juga sudah dijamin oleh UU. Cuma beliau meminta kita untuk aksi dengan baik. Saya kira itu," kata Al-Khaththath ketika dihubungi detikcom, Kamis (30/3/2017) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita komitmen aksi damai, kita mau lakukan itu. Track record kita sudah membuktikan kita selalu menggelar aksi damai," ujarnya.
Ia juga mengatakan aksi yang akan dilakukan FUI nanti dimulai setelah salat Jumat. Titik awal pergerakan massa akan dimulai dari Masjid Istiqlal. Kemudian massa akan berjalan menuju Gambir di Jalan Medan Merdeka Timur hingga akhirnya berhenti di depan Istana Negara.
Al-Khaththath berharap nantinya akan ada pihak Istana yang mau menemui perwakilan massa yang terdiri dari ulama dan tokoh masyarakat. "Kita harap istana membuka pintu agar aspirasi kita dapat tersampaikan dengan baik," ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, Ma'ruf Amin menilai aksi 313 tidak perlu lagi dilakukan. Ia yakin Presiden Joko Widodo telah berkomunikasi dengan berbagai pihak. Ia berharapkan semua kelompok dapat mendengarkan dan menghilangkan gejolak-gejolak yang ada di masyarakat.
"Kalau menurut saya, kalau besok itu seharusnya kita sudah tidak perlu lagi demo-demo itu sebenarnya. Sudah cukup. Sudah terdengar keinginan-keinginan itu," ujar Ma'ruf Amin usai bertemu dengan Presiden Jokowi di kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (30/3).
(jbr/rjo)











































