Dalam tuntutannya, perwakilan mahasiswa bernama Ahdi Jaya dari BEM Universitas Muhammadiyah Tangerang meminta dukungan Ketua MPR untuk penegakan kasus hukum yang adil. Ahdi juga mengeluhkan polemik eksplorasi sumber daya alam seperti yang terjadi di Kendeng.
Baca Juga: Agustinus Pemanjat Tower Demo di DPR Bersama Mahasiswa
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, perwakilan mahasiswa lainnya, Rendy asal Surabaya, mengeluhkan biaya pendidikan yang semakin tidak terjangkau bagi rakyat kecil.
"Soal pendidikan ini saya sangat berharap kepada Pak Zulkifli sebagai Ketua MPR, sekarang mau sekolah, mau kuliah, makin mahal untuk kami rakyat kecil," ungkapnya.
Menanggapi tuntutan mahasiswa tersebut, Zulkifli menyampaikan dukungan untuk penegakan hukum yang seadil-adilnya. Menurut Zulkifli, hukum juga tidak boleh tebang pilih.
"Saya setuju penegakan hukum harus memenuhi keadilan masyarakat. Jangan tebang pilih," tegasnya.
Baca Juga: Jelang Demo Mahasiswa, Pengamanan Gedung DPR Diperketat
Mengenai polemik pabrik semen di Kendeng, Zulkifli menyampaikan bahwa sudah seharusnya pemerintah berpihak kepada petani dan warga yang terdampak. "Musyawarahkan, cari jalan terbaik untuk kebaikan bersama. Rakyat yang terdampak harus mendapatkan manfaat paling besar," jelasnya.
Zulkifli meyakinkan peserta aksi mahasiswa bahwa semua tuntutan akan disampaikan kepada pihak terkait. "Semua tuntutan teman-teman ini akan saya sampaikan kepada kementerian atau lembaga yang berwenang," tutupnya. (ega/nwy)











































