Megawati: Kongres PDIP Beda dengan Partai Lain

Megawati: Kongres PDIP Beda dengan Partai Lain

Faiq Hidayat - detikNews
Kamis, 30 Mar 2017 17:13 WIB
Megawati: Kongres PDIP Beda dengan Partai Lain
Megawati di ulang tahun BMI / Foto: Ari Saputra
Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menilai setiap kongres partai berlambang banteng berbeda dengan partai politik lain. Karena, suara pemilihan ketua umum dari pengurus yang paling bawah yakni tingkat RT atau RW.

"Kongres partai kita itu memang tidak sama, kalau saya lihat dengan kongres atau munas partai lain. Kita datang dari bawah sekali dari yang namanya suara bawah dinaikin ke anak ranting, ke ranting, ke pac terus dan terus sehingga ke kongres," kata Megawati dalam sambutan HUT 17 BMI di Jalan Cianjur, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/3/2017).


Megawati lalu menyindir Partai Demokrat yang mengadakan kongres berbeda dengan PDI Perjuangan. "Ini ada Pak Ruhut supaya tahu pasti beda toh sama Demokrat," kata dia disambut tawa para kader PDIP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pemilihan ketua umum PDIP tidak 'main duit' karena suara pemilih kongres dari pengurus paling bawah tingkat ranting. Dengan demikian, suara pemilihan ketua umum PDIP berasalkan dari rakyat.

"Biasa kayak orang masuk nominasi ketua umum, orang mengatakan mesti Bu Mega terus saya bilang terserah. Tapi saya bilang untuk main duit Pak Ruhut saya ndak punya uang dari anak ranting. Itu secara struktural dari RW saja bisa ke bawah. Suara datang betul rakyat," ucapnya.

Dia juga meminta kadernya untuk menaati aturan AD/ART partai. Jika tidak suka, mereka diminta keluar dan mengembalikan kartu anggota.

"Kalau enggak suka dengan PDIP monggo baik-baik saja mengembalikan kartu anggota. Lalu ya keluar saja," kata Megawati.

Selain itu, lanjut Megawati, jika kader ingin cepat kaya lebih baik menjadi pengusaha. Sebab, partai politik bukan tempat mencari kekayaan.

"Kami ini hidup secara kekeluargaan gotong royong dan kalau mau cari kaya saya bilang kenapa enggak jadi pengusaha, monggo saja. Lebih baik demikian, karena organisasi parpol bukan cari kekayaan," ujar dia.

Tak hanya itu, kata dia setiap kader harus bersabar jika ingin menjadi anggota DPR dan Menteri. Sebab, kursi DPR dan Menteri sangat terbatas bagi kader partai politik.

"Lalu keinginan semua orang jadi anggota DPR, ya saya bilang bersabar saja. Karena setiap orang, kursinya saja kan sangat terbatas apalagi menjadi eksekutif," tutupnya. (imk/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads