Sambut Hari Kartini, Transjakarta Busway Disopiri Perempuan
Rabu, 20 Apr 2005 18:12 WIB
Jakarta - Anda sering naik Transjakarta Busway? Jika iya, Kamis besok (21/4/2005) ada pemandangan baru. Sopirnya perempuan! Mereka dikerahkan dalam menyambut Hari Kartini.Transjakarta kini mempunyai 12 pengemudi wanita. Tapi baru 3 wanita yang sudah pegang kemudi pada Kamis besok. Menurut Kepala Badan Pengelola (BP) TransJakarta, Irzal Z Djamal, program pramudi perempuan ini sebagai salah satu bagian dari upaya peningkatan pelayanan kepada publik. "Selain itu, kita tegaskan lagi profesi pramudi busway itu mulia," tegas Irzal seperti dalam rilisnya yang diterima detikcom, Rabu (20/4/2005) petang. Dengan adanya pramudi perempuan, diharapkan kenyamanan dan kehalusan mengemudi jadi lebih maksimal. Menurut mantan Asisten Pembangunan Pemprov Jakarta ini, program pramudi perempuan ini telah dirancang lama. "Program pramudi perempuan ini satu kesatuan dengan program Transjakarta busway yang kini telah berusia lebih dari satu tahun," tandasnya. Yang pasti, pramudi perempuan akan menjadi bagian hidup sehari-hari masyarakat ibu kota saat naik angkutan umum kebanggaan warga Jakarta ini. Tak cuma itu, Irzal menegaskan lagi komitmen atas penghargaan bagi profesionalitas para pramudi. "Para pramudi akan mendapatkan gaji dan kesejahteraan yang layak," tegasnya. Yang pasti, dengan penghargaan yang layak ini, para pramudi dapat menjalankan tugas pelayanan dengan sempurna. Sebagai informasi, para pramudi perempuan ini sebelumnya tersaring dari 23 orang pendaftar. Rincianya, dua orang berpendidikan sarjana, tujuh berpendidikan diploma, dan sisanya berijazah SMA. Setelah melewati rentetan proses seleksi, yang tersisa hingga sekarang sebanyak 12 orang."Sebenarnya, nilai ujian tertulis para calon pramudi perempuan ini bagus, tapi mereka banyak yang gagal di ujian kesehatan," tambah Direktur Umum dan Keuangan operator PT JET, Ibnu Susanto. Dua belas pramudi perempuan itu lolos setelah melewati standar uji yang ketat. Sebab, setelah lolos administrasi, mereka harus juga melewati ujian tertulis, ujian kesehatan, ketrampilan mengemudi, dan wawancara. Yang pasti, Ibnu menegaskan, proses rekrutmen ini dilakukan secara transparan dan profesional. "Program ini adalah pertaruhan kami, tentu kami akan semaksimal mungkin mencari pramudi terbaik," tukas Ibnu. Bila tiga pramudi langsung terjun ke lapangan, untuk sembilan pramudi perempuan lainnya, masih mendapatkan pelatihan khusus mengemudi bus Transjakarta. Memang, pada awalnya, untuk para calon pramudi perempuan ini, saat melamar cukup menunjukkan Surat Izin Mengemudi (SIM) saja. "Makanya, kini yang lolos dan belum mahir mengemudikan bus, masih kita latih mengemudi bus serta menempelkan bus dengan halte. Mereka sangat bersemangat berlatih, setelah selesai, untuk SIM B1 umumnya akan kita siapkan," papar Ibnu. Sebagai tambahan informasi, dari 1 Januari 2005-17 April 2005 lalu, jumlah penumpang bus Tije sebanyak 5.519.285 orang. "Jika digabungkan dari penumpang tahun 2004, kita telah mengangkut 21.412.662 orang," pungkas Irzal.
(nrl/)











































