Debat KPU Format Baru, Djarot Minta Warga yang Diundang Netral

Pilgub DKI Putaran Kedua

Debat KPU Format Baru, Djarot Minta Warga yang Diundang Netral

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Kamis, 30 Mar 2017 15:38 WIB
Debat KPU Format Baru, Djarot Minta Warga yang Diundang Netral
Djarot saat di Cakung / Foto: Nathania Riris Michicco/detikcom
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta memiliki format baru dalam debat putaran kedua mendatang, salah satunya dengan mendengarkan pendapat kelompok masyarakat. Cawagub Djarot berharap kelompok yang akan didatangkan akan independen dan tidak berpihak.

"Makanya kami belum mengetahui bagaimana format debat untuk putaran 2. Intinya kami akan ikut yang direncanakan KPUD, kalau harus melibatkan kelompok-kelompok warga libatkan tapi harus jaminan itu betul-betul murni artinya independen tidak berpihak satu dengan yang lain, " ujar Djarot usai di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (30/3/2017).

Djarot berharap kelompok masyarakat yang akan diundang dalam debat juga harus betul-betul merepresentasikan persoalan yang dihadapi oleh warga per komunitas. Djarot menyarankan untuk melibatkan komunitas tertentu seperti penyandang disabilitas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saran saya lebih baik melibatkan komunitas-komuniyas yang terkait dengan misalnya komunitas tentang kaum disabilitas, komunitas perempuan dan anak, komunitas transportasi. Itu yang menurut hemat saya bisa dilibatkan juga dengan catatan komunitas itu betul-betul independen. karena itu semua kan demi memperbaiki menyempurnakan jakarta ke depannya," jelas Djarot.

Dirinya berpikir bagaimana Jakarta periode mendatang atau bahkan 10-20 tahun ke depan. Untuk itu Djarot dan Basuki T Purnama ingin konsisten berjuang agar program ini bisa terlaksana dengan baik.

"Kita sadar bahwa untuk menyelesaikan persoalan di Jakarta ini tidak cukup waktu 5 tahun. Maka kami Basuki Djarot berjuang betul agar program ini konsisten sampai dengan 2 periode 10 tahun apa cukup? Tidak juga ini yang kami sebut dengan pembangunan berkelanjutan sehingga tidak bolak balik dan tetap arahnya," ujarnya.

Djarot berharap debat KPU bisa mengelaborasi program-program calon dengan rinci. Debat bukan untuk menyerang karakter melainkan adu program.

"Maka saya berharap format debat mengelaborasi sampau detil. Sehingga masing-masing pasangan tidak sibuk menyerang karakter orang per orang. Bagaimana perlindungan kepada warga kesehatan perlindungan bagaimana kita memberikan pelayanan yang tidak diskriminasi bagaimana kita membangun sistem pemerintahan yang betul-betul bersih dan transparan," tutup Djarot.

(adf/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads