"Makanya kami belum mengetahui bagaimana format debat untuk putaran 2. Intinya kami akan ikut yang direncanakan KPUD, kalau harus melibatkan kelompok-kelompok warga libatkan tapi harus jaminan itu betul-betul murni artinya independen tidak berpihak satu dengan yang lain, " ujar Djarot usai di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (30/3/2017).
Djarot berharap kelompok masyarakat yang akan diundang dalam debat juga harus betul-betul merepresentasikan persoalan yang dihadapi oleh warga per komunitas. Djarot menyarankan untuk melibatkan komunitas tertentu seperti penyandang disabilitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirinya berpikir bagaimana Jakarta periode mendatang atau bahkan 10-20 tahun ke depan. Untuk itu Djarot dan Basuki T Purnama ingin konsisten berjuang agar program ini bisa terlaksana dengan baik.
"Kita sadar bahwa untuk menyelesaikan persoalan di Jakarta ini tidak cukup waktu 5 tahun. Maka kami Basuki Djarot berjuang betul agar program ini konsisten sampai dengan 2 periode 10 tahun apa cukup? Tidak juga ini yang kami sebut dengan pembangunan berkelanjutan sehingga tidak bolak balik dan tetap arahnya," ujarnya.
Djarot berharap debat KPU bisa mengelaborasi program-program calon dengan rinci. Debat bukan untuk menyerang karakter melainkan adu program.
"Maka saya berharap format debat mengelaborasi sampau detil. Sehingga masing-masing pasangan tidak sibuk menyerang karakter orang per orang. Bagaimana perlindungan kepada warga kesehatan perlindungan bagaimana kita memberikan pelayanan yang tidak diskriminasi bagaimana kita membangun sistem pemerintahan yang betul-betul bersih dan transparan," tutup Djarot.
(adf/imk)











































