Presiden Jokowi dan KH Ma'ruf Amin Gelar Pertemuan Tertutup

Presiden Jokowi dan KH Ma'ruf Amin Gelar Pertemuan Tertutup

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Kamis, 30 Mar 2017 13:47 WIB
Presiden Jokowi dan KH Maruf Amin Gelar Pertemuan Tertutup
Ilustrasi KH Ma'ruf Amin di Istana
Jakarta - Ketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Apa yang dibahas keduanya?

Ma'ruf Amin datang seorang diri dan melakukan pertemuan tertutup dengan Jokowi, Kamis (30/3/2017). Wartawan baru mengetahui ada pertemuan itu setelah Ma'ruf keluar dari kantor Presiden dan menggelar jumpa pers.

"Para wartawan, saya baru saja diundang Presiden dan bertemu dengan Presiden untuk membicarakan berbagai masalah kebangsaan dan kenegaraan," kata Ma'ruf dalam konferensi pers setelah bertemu dengan Jokowi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ma'ruf mengatakan kedatangan dirinya bertemu dengan Presiden Jokowi merupakan bagian dari tugas seorang ulama untuk menjaga keutuhan bangsa. Ma'ruf mengatakan, dalam pertemuan itu, Jokowi mengungkapkan keprihatinannya soal kesenjangan yang ada di masyarakat, khususnya dalam bidang ekonomi, antara masyarakat kecil dan masyarakat berpendapatan tinggi.

"Oleh karena itu, beliau (Jokowi) sangat prihatin dan mencoba mencari solusi. Salah satu yang beliau kemukakan itu adalah tentang redistribusi aset, supaya aset-aset, terutama tanah, itu tidak hanya dikuasai oleh kalangan konglomerat, tapi juga diredistribusi terutama yang tidak terkelola dengan baik kepada masyarakat," tuturnya.

Redistribusi aset kepada masyarakat tersebut lebih khusus disalurkan ke koperasi, pesantren, dan berbagai lembaga. Dalam pertemuan itu, Jokowi mengungkapkan redistribusi aset akan disalurkan kepada perorangan.

"Tadi beliau memang agak trauma kalau kepada perorangan. Karena kalau perorangan itu dikhawatirkan nanti dijual lagi," ujarnya.

Masalah kedua yang dibahas adalah soal kemitraan agar tidak terjadi benturan antara golongan ekonomi lemah dan kuat. Ma'ruf menyebut Jokowi menginginkan adanya kemitraan antara pihak ekonomi kuat dan lemah sehingga dapat saling membantu dan menghilangkan kecemburuan sosial di masyarakat.

Gagasan yang disampaikan oleh Jokowi, oleh Ma'ruf, dianggap sangat menarik. Menurutnya, Jokowi hendak menghilangkan masalah utama dan harus segera diselesaikan sehingga tidak menjadi beban bangsa dan negara di masa yang akan datang.

"Karena itu, beliau bertekad untuk mencoba menghilangkan masalah pokok," katanya. (fiq/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads