Ada Fenomena Halo Matahari di Langit Lhokseumawe, Warga Heboh

Ada Fenomena Halo Matahari di Langit Lhokseumawe, Warga Heboh

Datuk Haris Molana - detikNews
Kamis, 30 Mar 2017 13:47 WIB
Ada Fenomena Halo Matahari di Langit Lhokseumawe, Warga Heboh
Foto: Datuk Haris Molana/detikcom
Lhokseumawe - Warga Lhokseumawe, Aceh Utara, dan sekitarnya siang ini dihebohkan fenomena alam, 'halo matahari'. Fenomena ini menyedot perhatian warga.

Kamis (30/3/2017) sekitar pukul 11.00 WIB, banyak orang menyempatkan diri ke luar rumah atau kantornya dan menengadahkan muka untuk melihat peristiwa langka tersebut. Tak sedikit dari mereka yang mengabadikan 'halo matahari' itu dengan kamera ponsel-nya. Fenomena yang jarang terjadi ini biasanya hanya berlangsung puluhan menit, namun di langit Lhokseumawe dan sekitarnya hari ini terjadi cukup lama, yakni hingga satu jam lebih.

"Fenomenanya sangat jelas bisa kami lihat. Jarang-jarang bisa menyaksikan langsung fenomena sepertinya. Saya pribadi sangat takjub melihatnya," kata Rahmad, warga Lhokseumawe, saat ditemui wartawan setelah menyaksikan fenomena tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rahmad menyebutkan dia sadar ada fenomena alam ini saat temannya mengirimkan selembar foto ke media sosial pribadinya. Di situlah dia tahu dan langsung menyaksikan.

"Saya sedang ngopi bareng teman-teman. Masuk pesan di ponsel. Eh, ternyata teman ngirim foto bahwa ada fenomena alam di langit. Saya pun langsung bergegas keluar untuk menyaksikannya," ucap Rahmad.

Ada Fenomena Halo Matahari di Lhokseumawe, Warga HebohFoto: Datuk Haris Molana/detikcom
Sementara itu, Kepala Pusat Studi Ilmu Falak IAIN Malikussaleh Lhokseumawe, Tengku Ismail, MA, mengatakan fenomena ini merupakan sejenis fenomena optik, bukan fenomena atmosfer yang bisa dihitung.

"Ini hanya kebetulan. Penyebabnya dari hasil cahaya matahari yang dipantulkan ke dalam awan yang ada kristalnya atau bisa dikatakan hasil pembelokan cahaya matahari oleh partikel uap air di atmosfer, sehingga terbentuk karena dispersi (pembiasan warna) butir-butir es atau air pada awan sirus oleh sinar ultraviolet," ujar Tengku Ismail saat dihubungi detikcom. (try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads