Kamis (30/3/2017) sekitar pukul 11.00 WIB, banyak orang menyempatkan diri ke luar rumah atau kantornya dan menengadahkan muka untuk melihat peristiwa langka tersebut. Tak sedikit dari mereka yang mengabadikan 'halo matahari' itu dengan kamera ponsel-nya. Fenomena yang jarang terjadi ini biasanya hanya berlangsung puluhan menit, namun di langit Lhokseumawe dan sekitarnya hari ini terjadi cukup lama, yakni hingga satu jam lebih.
"Fenomenanya sangat jelas bisa kami lihat. Jarang-jarang bisa menyaksikan langsung fenomena sepertinya. Saya pribadi sangat takjub melihatnya," kata Rahmad, warga Lhokseumawe, saat ditemui wartawan setelah menyaksikan fenomena tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sedang ngopi bareng teman-teman. Masuk pesan di ponsel. Eh, ternyata teman ngirim foto bahwa ada fenomena alam di langit. Saya pun langsung bergegas keluar untuk menyaksikannya," ucap Rahmad.
Foto: Datuk Haris Molana/detikcom |
"Ini hanya kebetulan. Penyebabnya dari hasil cahaya matahari yang dipantulkan ke dalam awan yang ada kristalnya atau bisa dikatakan hasil pembelokan cahaya matahari oleh partikel uap air di atmosfer, sehingga terbentuk karena dispersi (pembiasan warna) butir-butir es atau air pada awan sirus oleh sinar ultraviolet," ujar Tengku Ismail saat dihubungi detikcom. (try/try)












































Foto: Datuk Haris Molana/detikcom