"Silahkan saja itu KJP Plus, cuma fungsinya harus bisa mendidik anak-anak biar rajin sekolah, tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. Makanya itu tidak boleh ditarik tunai sembarangan, karena nanti kita tidak bisa mengetahui uang itu untuk apa saja dan tidak termonitor," ujar Djarot di Jl Cengkeh, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (30/3/2017).
Menurut Djarot, saat ini KJP sudah diberikan kepada 530 ribu anak-anak di Jakarta dan penggunaannya terpantau oleh sistem.
"Saat ini ada 530 ribu KJP yang sudah disebar, kalau ditarik tunai sembarangan bagaimana memantaunya, kalau tidak gunakan sistem yang terpadu. Kedua untuk yang tidak sekolah tidak mendapat KJP jadi kita dorong mereka untuk mau sekolah atau kalau mau kursus kita ada balai pelatihan yang terintegritas," jelas Djarot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau mau kejar paket, juga ada dan di situ dia juga akan dapat KJP dan itu gratis. Program ini untuk mendidik, kita tidak bisa memberikan angin-angin surga atau sekedar gula-gula manis ke masyarakat," pungkasnya.
(adf/imk)










































