Beda Strategi Rangkul Pemilih: Anies Safari, Djarot Nostalgia

Pilgub DKI Putaran Kedua

Beda Strategi Rangkul Pemilih: Anies Safari, Djarot Nostalgia

Indah Mutiara Kami - detikNews
Kamis, 30 Mar 2017 10:29 WIB
Beda Strategi Rangkul Pemilih: Anies Safari, Djarot Nostalgia
Foto: Ilustrasi: Mindra Purnomo
Jakarta - Kurang dari 3 pekan jelang pencoblosan, dua pasang calon di Pilgub DKI terus memanaskan strategi. Ahok-Djarot dan Anies-Sandi memilih cara berbeda untuk merangkul pemilih yang berasal dari luar Jakarta.

Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan dalam beberapa hari ini melakukan safari ke Jawa Tengah. Safari itu dilakukan untuk bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat.

"Silaturahmi saja, ada beberapa pertemuan dengan beberapa tokoh. Cuman jauh lebih mudah kalau ketemunya di sini dari pada di Jakarta," ujar Anies di Kelurahan Cabawan, Kecamatan Margadana, Tegal, Jawa Tengah, Rabu (29/3/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anies Baswedan di Tegal / Anies Baswedan di Tegal / Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom


Sambil blusukan, dia berdialog dengan keluarga pengusaha warteg yang mayoritas mencari nafkah di Jakarta. Anies juga mengunjungi pasar batik di Pekalongan yang memasok produknya ke Jakarta.

Dia lalu bertemu dengan Habib Luthfi bin Yahya di Pekalongan. Selain bertemu dengan ulama dan tokoh masyarakat, kunjungan Anies ke Jawa Tengah untuk menghadiri undangan. Anies juga hendak melihat secara langsung hubungan daerah lain dengan Jakarta.

"Sebenarnya karena ada undangan ke luar, jadi kita silaturahmi ke luar. Bahwa ada warga Jakarta juga, banyak dari mana-mana, dan kegiatan perekonomian di Tegal, warga warung Tegal itu punya peran sangat besar di Jakarta, jadi saya mampir ke sana," jelas Anies.

"Kemudian juga di Pekalongan, menjadi salah satu ikon batik yang suplainya sangat besar di Jakarta. Jadi silaturahmi, besok juga ada silaturahmi dengan beberapa tokoh di daerah Tegal," sambung Anies.

Di sisi lain, Djarot juga berusaha menarik suara perantau yang ada di Jakarta. Caranya yaitu dengan menghadirkan kepala daerah dari berbagai wilayah ke Jakarta.

Para kepala daerah itu adalah kader PDIP yang memang sudah ditugaskan untuk membantu pemenangan Ahok-Djarot. Dalam beberapa kesempatan blusukan, Djarot pernah ditemani Bupati Tulang Bawang terpilih, Ketua DPRD Ngawi, hingga Wakil Bupati Pati.

Djarot didampingi Bupati Tulang Bawang Terpilih dan Ketua DPRD Ngawi / Djarot didampingi Bupati Tulang Bawang Terpilih dan Ketua DPRD Ngawi / Foto: Nathania Riris Michicco/detikcom


Djarot menyebut strateginya itu sebagai nostalgia. Dia mengadakan pertemuan bersama warga daerah yang tinggal di Jakarta.

"Iya nggak apa-apa jalan-jalan ya. Saya lebih baik kampanye di sini (Jakarta), nostalgia di sini sama warga Kediri, Malang nah itu kan lebih ya karena kan tinggal di sini jadi kan pasti ketemu warga Blitar, Malang, Kediri, Cirebon ya," kata Djarot di sela-sela blusukan di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (29/3/2017).

Lalu, strategi mana yang lebih ampuh untuk menarik hati para pendatang di Jakarta? (imk/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads