KPI Hentikan Sementara Program Musik 'Dahsyat' RCTI

KPI Hentikan Sementara Program Musik 'Dahsyat' RCTI

Andhika Prasetia - detikNews
Rabu, 29 Mar 2017 23:37 WIB
Logo KPI (Bisma Alief/detikcom)
Logo KPI (Bisma Alief/detikcom)
Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menjatuhkan sanksi administratif penghentian sementara program musik 'Dahsyat' di RCTI. KPI menghentikan sementara acara 'Dahsyat' selama 3 hari.

Dilansir dari situs resmi KPI (www.kpi.go.id), program yang tayang pada 28 Februari 2017 dan 1 Maret 2017 kedapatan melanggar aturan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI. Sanksi penghentian sementara tayangan acara 'Dahsyat' RCTI selama 3 hari dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 19 April.

Menurut keterangan KPI, acara 'Dahsyat' memuat perkataan yang bersifat merendahkan. Pelanggaran lainnya adalah dicurigai adanya tindakan yang berlawanan dengan norma kesopanan dan kesusilaan.

"Menurut keterangan KPI Pusat, pelanggaran program siaran 'Dahsyat' memuat perkataan yang merendahkan, seperti 'pa (pe'a)', 'pangeran sawan', 'ular kadut', dan 'jenglot'. Selain itu, terdapat adegan seorang pria yang mengendarai mobil dengan maju, mundur, dan rem mendadak dengan kondisi terdapat pria lain di dalam bagasi yang tertutup pada mobil tersebut," tulis KPI dalam situs resmi yang dikutip detikcom, Rabu (29/3/2017).

KPI sudah menyampaikan surat sanksi ke RCTI pada Jumat (24/3) lalu. Selama menjalani sanksi, RCTI dilarang menyiarkan acara berformat sejenis dengan 'Dahsyat'.

"Selama menjalankan sanksi tersebut, RCTI tidak diperkenankan menyiarkan program dengan format sejenis pada waktu siar yang sama atau waktu yang lain sesuai dengan Pasal 80 Ayat (2) SPS KPI Tahun 2012," ujar komisioner KPI Hardly Stefano.

Selebrita Juga Disanksi

KPI Pusat juga menjatuhkan sanksi penghentian sementara program "Selebrita Pagi" Trans 7. Program yang tayang setiap pagi hari ini dinilai melanggar aturan P3 dan SPS KPI. Demikian ditegaskan KPI Pusat dalam surat sanksi ke Trans 7, Jumat (24/3/17).

Berdasarkan pemantauan dan hasil analisis, KPI Pusat menemukan pelanggaran pada program siaran "Selebrita Pagi" yang ditayangkan oleh tanggal 28 Februari 2017 pukul 07.30 WIB.

Program tersebut menayangkan liputan Chef Aiko yang memiliki kemampuan melihat hal gaib sedang mengunjungi Setu Mangga Bolong dan menyampaikan perihal keberadaan siluman ular.

Menurut Komisioner sekaligus Koordinator bidang Isi Siaran KPI Pusat, Hardly Stefano, tayangan tersebut dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap perlindungan terhadap anak, pembatasan program siaran bermuatan mistik, horror, dan supranatural, serta penggolongan program siaran.

Tayangan bermuatan mistik, horor, dan/atau supranatural yang menimbulkan ketakutan dan kengerian khalayak dikategorikan sebagai siaran klasifikasi D (Dewasa) dan hanya dapat ditayangkan pukul 22.00-03.00 waktu setempat.

"KPI Pusat memutuskan tindakan penayangan program siaran tersebut terbukti melakukan pelanggaran terhadap Pasal 14, Pasal 20 dan Pasal 21 Ayat (1) Pedoman Perilaku Penyiaran serta Pasal 15 Ayat (1), Pasal 32 dan Pasal 37 Ayat (4) huruf b dalam Standar Program Siaran KPI tahun 2012," jelas Hardly.

Berdasarkan pelanggaran tersebut, KPI Pusat memberikan sanksi administratif berupa penghentian sementara tayangan selama 2 (dua) hari yaitu pada tanggal 28 Maret 2017 dan 7 April 2017.

(dkp/fdn)