"Atas permintaan dari masyarakat, kami akan menerapkan pola baru. Nanti satu TPS akan dijaga oleh 1 (anggota) Polri dan 1 TNI. Kami meminta kepada Panglima dan Kapolri untuk bisa memfasilitasi TPS aman, nyaman, tertib, dan damai," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan di kantor KPU DKI Jakarta, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Rabu (29/3/17).
Pola pengamanan baru diterapkan berdasarkan evaluasi dari pilkada putaran pertama. Menurutnya, hal tersebut dilakukan terkait adanya pelaporan soal intimidasi saat pemungutan suara pada 15 Februari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iriawan mengharapkan, dengan adanya pengamanan tersebut, masyarakat dapat menggunakan hak suaranya dengan aman.
"Yang jelas, kami dan unsur TNI akan mengawal pemilu ini untuk berjalan aman, tertib, lancar, dan damai. Tentu tanpa kegiatan-kegiatan yang menyebabkan pemilih adanya rasa intimidasi dan sebagainya," ujar dia. (fdn/fdn)











































