"Kejadian terakhir di MK, ada penyimpangan baik hakim maupun birokrasi pegawainya. Makanya butuh orang segar untuk mampu melihat itu karena di dalam tidak mengerti lagi," ujar Bernard seusai seleksi hakim MK di gedung Setneg, Jalan Majapahit, Jakarta Pusat, Rabu (29/3/2017).
Bernard memberikan contoh pengadilan di Amerika dengan hakim yang memiliki dedikasi dan kreativitas tinggi. Hakim tersebut dapat menjaga kedaulatan hukum dan wibawa negaranya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski di MK sistem tata kelola administrasi dan moral hakim terpuruk, Bernard yakin dirinya tidak akan ikut terjatuh dalam kubangan lumpur tersebut. Justru kehadirannya dapat membuat satu langkah revolusi untuk MK.
"Anda sudah terhormat dan jadi pencuri itu bodoh. Kalau ada kesadaran seperti itu, nggak mungkin orang jadi pencuri. Tetapi jadi hakim MK lalu menjadi pencuri, itu bodoh sekali," pungkasnya. (edo/asp)










































