Hari Hak Asasi Manusia
Rabu 29 Maret 2017, 16:17 WIB

Polisi Gagalkan Penyelundupan 82 Warga Negara Asing

Cici Marlina Rahayu - detikNews
Polisi Gagalkan Penyelundupan 82 Warga Negara Asing Jumpa pers soal people smugling (Cici/detikcom)
Jakarta - Bareskrim Polri berhasil menggagalkan dua kasus sindikat people smuggling atau penyelundupan manusia. Ada 74 warga negara Bangladesh dan 8 warga negara Nepal yang berhasil diamankan polisi.

"Kasusnya ini kerja sama antara Bareskrim Polri dan Polres Dumai, Polda Riau, melibatkan warga negara Bangladesh, jumlahnya cukup banyak, 74 orang WNA Bangladesh dan 8 WNA Nepal," kata Dirtipidum Bareskrim Brigjen Herry Rudolf Nahak saat jumpa pers di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (29/3/2017).

Dalam kasus penyelundupan 74 WN Bangladesh, Bareskrim menetapkan 5 tersangka, yaitu SR, S alias U, A alias F, JM, dan TSS. Kelimanya akan dijerat undang-undang tentang keimigrasian.

Polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa kuitansi pembayaran sewa rumah, kunci rumah, 74 fotokopi paspor, beberapa buah handphone, dan buku catatan penumpang.

Polisi juga berhasil menangkap 8 warga negara Nepal di Makassar, Sulawesi Selatan. Herry mengatakan kedelapan WNA ini diduga tidak membawa dokumen keimigrasian lengkap.

"Kasus penyelundupan manusia yang dilakukan terhadap warga negara Nepal ini kita ungkap di Makassar, Sulawesi Selatan. Pada awalnya kita patroli setempat, bersama-sama petugas imigrasi dan anggota intelijen, sama-sama menemukan 8 orang asing," kata Herry.

Setelah diperiksa, ternyata 4 di antara mereka memiliki paspor, namun sebagai tahanan imigrasi Bandara Soekarno-Hatta yang melarikan diri. Sedangkan keempat lainnya mempunyai paspor, namun sudah tidak mempunyai izin tinggal. Herry mengatakan masing-masing orang ini menyiapkan dana US$ 2.500-12.000 untuk diberangkatkan.

Dalam kasus penyelundupan WN Nepal, polisi menetapkan tiga tersangka. Mereka adalah Sonam Ghalan alias Alief, Haji Tara, dan Jemi. Dari ketiga tersangka, polisi berhasil menyita barang bukti berupa KTP, kartu keluarga (KK), paspor, akta kelahiran, beberapa buku tabungan, beberapa bukti transfer, dan ATM.
(rvk/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed