"Saya bilang begini, sabarlah Pak Anies, sabarlah, bahwa yang bisa memecat kami yaitu warga masyarakat karena kami ini kan pelayan warga, jadi yang menentukan itu biarkan warga," kata Djarot seusai blusukan di Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (29/3/2017).
Alasannya, Djarot mengatakan saat ini dia dan Ahok adalah pelayan masyarakat yang dikontrak. Apabila warga tidak puas terhadap kinerja mereka, kontrak kerjanya tidak diperpanjang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, Anies tidak bisa memecat apabila warga DKI puas terhadap kinerja Ahok-Djarot. "Kalau warga memang puas dengan kinerja kami sebagai pelayan warga ya sulit untuk mecat kami, wong seneng. Kalau Pak Anies nggak puas ya mungkin cuma Pak Anies sama Pak Sandi dan teman-temannya, tapi warganya kan belum tentu," tutur Djarot.
Dengan berguyon, Djarot menyebut tak seperti dirinya dan Ahok, Anies bisa dipecat karena menjabat menteri beberapa waktu lalu. Jabatan menteri, dikatakan Djarot, adalah pembantu presiden sehingga bisa saja dipecat.
"Kalau Pak Anies itu dulu bisa dipecat karena Pak Anies itu dulu pembantu presiden. Jadi kalau presidennya itu kemudian nggak cocok sama pembantunya kan diberhentikan," ujarnya berseloroh. (nth/imk)











































