Pesan Ketum PBNU untuk Khofifah yang 4 Kali Pimpin Muslimat NU

Pesan Ketum PBNU untuk Khofifah yang 4 Kali Pimpin Muslimat NU

Cici Marlina Rahayu - detikNews
Selasa, 28 Mar 2017 11:50 WIB
Pesan Ketum PBNU untuk Khofifah yang 4 Kali Pimpin Muslimat NU
Pelantikan pengurus PP Muslimat NU di Masjid Istiqlal, Jakarta. (Cici Marlina Rahayu/detikcom)
Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj melantik Khofifah Indar Parawansa sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU periode 2016-2021. Said mengatakan ini adalah keempat kalinya Khofifah menduduki posisi tersebut.

"Ini sudah keempat kali Bu Khofifah dilantik, memang tidak ada batasannya, ya?" kata Said saat berpidato di Masjid Istiqlal, di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (28/3/2017).

Said mengatakan ada dua hal yang baru dalam pelantikan PP Muslimat NU ini. Pertama adalah tempat pelantikan, yakni di Masjid Istiqlal, dan yang kedua pelantikan diiringi menggunakan selawat Nabi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada dua yang baru, pelantikan Muslimat diadakan di Istiqlal. Kita harus bersyukur, mengingatkan kepada kita semua, ini pembangunan Istiqlal usul Wahid Hasyim, usul kepada Sukarno, dinamakan Al-Istiqlal, masjid kemerdekaan. Pak Hatta mempunyai ide lokasinya di Bundaran HI, Sukarno bilang di tempat ini. Lalu dibuat dan tahun 1978 diresmikan. Ini menghabiskan biaya Rp 7 miliar," ujar Said Aqil.

"Pelantikan Muslimat NU sebelumnya tidak diiringi dengan selawat Nabi. Tapi ini iya, perlu kita tiru, sebelum pelantikan kita baca selawat Nabi dengan berdiri," sambungnya.

Pelantikan Pimpinan Pusat Muslimat NU di Masjid Istiqlal / Pelantikan pengurus PP Muslimat NU di Masjid Istiqlal, Jakarta. (Cici Marlina Rahayu/detikcom)


Said meminta seluruh anggota Muslimat NU mempertahankan tradisi ini di setiap acara keagamaan. Ia juga berpesan kepada Khofifah dalam mengurus PP Muslimat NU.

"Ibu Khofifah mendapatkan amanat yang berat dan tantangan yang cukup berat, juga menjadi ketua dan pimpinan umat Islam bukan hanya menjaga akidah syariah, tapi membangun taqofah dan hadoroh," ujar Said.

Taqofah adalah kemajuan dalam bidang intelektual ilmu pengetahuan, sedangkan hadoroh adalah orang yang tertib, bersih rumahnya, bagus, bersih. "Kalau dua-duanya maju, maka dinamakan tamaddun, muttamaddin. Cita-cita kita adalah membangun masyarakat maju di bidang taqofah dan maju di bidang hadoroh," ungkap Said.

"Taqofah harus cerdas, harus pandai, berpendidikan, tanpa itu tidak mungkin maju. Kita harus mencapai target NU yang intelek, sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad, berperan di segala bidang," imbuhnya.

Acara puncak hari lahir Muslimat NU ke-71 ini dibarengi dengan pelantikan pengurus PP Muslimat NU periode 2016-2021. Sebelumnya, kepengurusan sudah disusun, namun baru sekarang dilantik oleh Ketum PBNU.

(imk/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads