"Ini sudah keempat kali Bu Khofifah dilantik, memang tidak ada batasannya, ya?" kata Said saat berpidato di Masjid Istiqlal, di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (28/3/2017).
Said mengatakan ada dua hal yang baru dalam pelantikan PP Muslimat NU ini. Pertama adalah tempat pelantikan, yakni di Masjid Istiqlal, dan yang kedua pelantikan diiringi menggunakan selawat Nabi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelantikan Muslimat NU sebelumnya tidak diiringi dengan selawat Nabi. Tapi ini iya, perlu kita tiru, sebelum pelantikan kita baca selawat Nabi dengan berdiri," sambungnya.
Pelantikan pengurus PP Muslimat NU di Masjid Istiqlal, Jakarta. (Cici Marlina Rahayu/detikcom) |
Said meminta seluruh anggota Muslimat NU mempertahankan tradisi ini di setiap acara keagamaan. Ia juga berpesan kepada Khofifah dalam mengurus PP Muslimat NU.
"Ibu Khofifah mendapatkan amanat yang berat dan tantangan yang cukup berat, juga menjadi ketua dan pimpinan umat Islam bukan hanya menjaga akidah syariah, tapi membangun taqofah dan hadoroh," ujar Said.
Taqofah adalah kemajuan dalam bidang intelektual ilmu pengetahuan, sedangkan hadoroh adalah orang yang tertib, bersih rumahnya, bagus, bersih. "Kalau dua-duanya maju, maka dinamakan tamaddun, muttamaddin. Cita-cita kita adalah membangun masyarakat maju di bidang taqofah dan maju di bidang hadoroh," ungkap Said.
"Taqofah harus cerdas, harus pandai, berpendidikan, tanpa itu tidak mungkin maju. Kita harus mencapai target NU yang intelek, sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad, berperan di segala bidang," imbuhnya.
Acara puncak hari lahir Muslimat NU ke-71 ini dibarengi dengan pelantikan pengurus PP Muslimat NU periode 2016-2021. Sebelumnya, kepengurusan sudah disusun, namun baru sekarang dilantik oleh Ketum PBNU.
(imk/idh)












































Pelantikan pengurus PP Muslimat NU di Masjid Istiqlal, Jakarta. (Cici Marlina Rahayu/detikcom)