Gus Choi Bantah Muktamar II Tidak Demokratis
Rabu, 20 Apr 2005 15:08 WIB
Jakarta - Dikecam tidak demokratis dalam pemilihan ketua dewan syuro dan dewan tanfidz, eks Koordinator Departemen Informasi dan Komunikasi DPP PKB Effendy Choiry tidak tinggal diam. "Semua proses prosedural," tegas Gus Choi."Sebagai salah satu saksi, semua sesuai dengan proses demokrasi," tambah Gus Choi, panggilan akrab Effendy Choiry di Gedung MPR/DPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu, (20/4/2005).Dalam muktamar itu, Gus Choi menjadi pimpinan sidang pleno pemilihan ketua umum dewan syuro dan dewan tanfidz DPP PKB.Pendapat sebagian orang bahwa muktamar II PKB tidak demokratis, menurutnya, sama sekali tidak mendasar. "Penentuan muktamar sudah disepakati semua pihak termasuk Alwi (mantan ketum PKB Alwi Shihab) sendiri dan orang-orang yang kalah," katanya.Karena itu, dia sangat prihatin dan menyesalkan pernyataan sejumlah pengamat politik yang tidak turun ke lapangan tapi berkomentar miring tentang proses muktamar PKB."Mereka hanya baca koran tidak turun di lapangan. Saya menyesalkan pengamat yang asal ngomong mestinya turun di lapangan," kata dia.Dia juga menyampaikan, kesalahan kubu calon ketum selain Muhaimin Iskandar karena kurang gigihnya mereka dalam forum yang memperjuangkan misi, visi dan kepentingannya. Sementara, kubu Muhaimin terdiri dari tim yang solid, kuat dan menguasai forum.Karena itu, dia mengimbau kepada orang-orang yang tidak terakomodasi (kalah) agar mengakui adanya nikmat yang telah dirasakan. "Hari ini saya nyatakan syukur nikmat, siapa pun yang diuntungkan PKB dan yang tidak diuntungkan tetapi menjadi warga untuk syukur nikmat," katanya.Khususnya lagi, lanjut dia, pada orang-orang yang sesungguhnya tidak terlalu berkeringat di PKB, tetapi sudah memperoleh banyak hal. Misalnya, yang sudah menjadi menteri karena yang dinikmatinya saat ini karena PKB."Dan semua itu karena Gus Dur. Jadi ketika kurang diakomodasi pikirannya akhir-akhir ini, kita imbau untuk tidak kufur nikmat. Saya tidak perlu sebut namanya siapa saja itu yang kemudian mereka melakukan perlawanan pada institusi PKB dan Gus Dur," katanya.Dia lalu mengatakan, agar jangan terulang lagi sejarah pertarungan dengan Gus Dur. "Karena sudah terbukti, keok di tengah jalan. Tidak hanya secara politis, tapi juga fisik. Kalau terus kecewa bisa stroke nanti," katanya.Karenanya, lanjut dia, rencana Alwi Shihab dan Saiffulah Yusuf memimpin lagi PKB merupakan hal yang tidak masuk akal, karena dalam UU disebutkan, tidak boleh membuat partai dalam bentuk yang sama.Mengenai susunan pengurus PKB yang baru dia hanya mengatakan, untuk jabatan sekjen kemungkinan besar akan dijabat kader dari luar pulau Jawa.
(umi/)











































