Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan teknologi WIM ini akan dikenakan terhadap kendaraan yang melaju dengan kecepatan di bawah 40 kilometer/jam sebelum menuju Jembatan Cisomang.
"Jadi nanti ada petugas yang stand by 24 jam untuk screening kendaraan yang kecepatannya 40 kilometer/jam," kata Basuki di Jembatan Cisomang, Senin (27/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Mukhlis Dinillah-detikcom |
Selain menyiagakan operator teknologi WIM, Jasa Marga selaku pengelola tol akan memasang timbangan portable. Hal itu untuk meningkatkan akurasi pengukuran beban kendaraan yang akan melintas Jembatan Cisomang.
"Nanti kalau ada kendaraan yang berlebih muatan akan dikeluarkan dari jalan tol. Kalau dari arah Bandung dikeluarkan di GT Jatiluhur KM 84 sementara arah Jakarta dikeluarkan GT Cikamuning KM 116," ujar dia.
Sebelum memberlakukan penerapan filterisasi kendaraan, pihaknya bersama Jasa Marga dan Kementerian Perhubungan akan melakukan sosialisasi terhadap para pelaku industri. Sehingga bisa meningkatkan disiplin dalam berlalu lintas.
"Ini bagian dari pendisiplin para pelaku industri agar jalur darat ini jangan terlalu dibebani oleh muatan berlebihan," kata Basuki.
Rencananya, mekanisme filtering akan diujicoba selama satu bulan lamanya. Setelah itu dilakukan monitoring hingga 20 September 2017 sesuai dengan target perbaikan permanen Jembatan Cisomang.
"Kalau memang efektif nantinya akan diterapkan secara permanen melalui kerjasama lintas sektoral Kemenhub, Kepolisian dan Jasa Marga," ujar Basuki.
(fdn/fdn)











































Foto: Mukhlis Dinillah-detikcom