Soegianto Tak Tahu Massanya Rusak Kantor KPUD Inhu
Rabu, 20 Apr 2005 14:48 WIB
Pekanbaru -
Soegianto, kandidat bupati Indragiri Hulu (Inhu) mengaku tidak mengetahui adanya pengerusakan kantor KPUD Inhu oleh massa yang mengaku sebagai pendukungnya. Pengerusakan itu di luar pengetahuannya."Saya tidak tahu jika hari ini ada massa yang melakukan pengrusakan kantor KPUD Inhu. Sebab saya sendiri tengah berada di Jakarta. Lain hal bila memang saya berada di Riau," kata Soegianto kepada detikcom, Rabu (20/04/2005) saat dihubungi per telepon. Anggota DPRD Riau dari Fraksi Golkar ini mengatakan, jika memang ada aksi demo dan pengerusakan massa yang mengatasnamakan dirinya, hal itu menjadi tanggung jawab massa itu sendiri. "Kalau memang massa tersebut mengatasnamakan saya, itu di luar pengetahuan saya," tegasnya kembali.Menjawab tentang pencoretan namanya serta rencana KPUD Inhu yang melakukan pengundian nomor calon bupati hari ini, menurut Soegianto, mestinya semua pihak bisa menghormati lembaga peradilan yang ada. Sebab pencoretan namanya dari daftar calon bupati hingga saat ini masih diproses di PTUN Pekanbaru."Mestinya KPUD Riau bisa menghormati lembaga peradilan kita. Karena kasus pencoretan terhadap saya tengah disidangkan di PTUN. Kiranya KPUD Inhu tidak memaksanakan kehendaknya," kata Soegianto yang disebut-sebut orang dekat Gubernur Riau itu.Tentang surat rekomendasi Mahkaman Agung (MA) yang diterima KPUD Inhu yang menyatakan dia terbukti memiliki ijazah sarjana muda palsu dan harus menjalani hukuman 6 bulan kurungan, menurut Soegianto, dia juga akan menjunjung tinggi keputusan tersebut. Namun sejauh ini, katanya, belum ada keputusan tetap dari MA. Yang ada baru sebatas rekomendasi MA untuk KPUD Inhu."Rekomendasi MA ke KPUD Inhu itu belum memiliki dasar hukum yang kuat. Saya siap menjalani hukuman, bila memang ada keputusan tetap dari MA. Saya tidak takut kok dipenjara," kata mantan Ketua DPRD Inhu ini.Undian DitundaSementara, dengan adanya aksi demo 700 pendukung Soegianto, hari ini KPUD Inhu terpaksa mengundurkan pengundian nomor peserta pilkada mendatang. "Kita pengundian nomor pasangan kandidat bupati dan wakil bupati Inhu. Kapan waktunya, kita belum bisa pastikan, bisa dua jam lagi, atau bisa beberapa hari ini," kata Effendy, anggota KPUD Inhu kepada detikcom."Karena ada keributan, untuk sementara kita tudan dulu," sambung Effendi.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
