"Apa (masalahnya) berat banget, kok minta keringanan. Apa dianggap berat banget, kok minta keringanan. Ya nggak tahulah, itu yang bersangkutan," kata Djarot setelah bertemu dengan warga di Rumah Makan Rumpun Bambu, Susukan, Jakarta Timur, Senin (27/3/2017).
"Tapi saya cuma sampaikan kepada siapa pun juga, negara kita itu negara hukum, maka kita harus patuh pada kaidah-kaidah hukum. Ya kalau seperti itu ya kita hadapi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djarot juga mengatakan cagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pun tetap menjalani proses hukum tanpa interupsi atau meminta keringanan.
"Saya saja kemarin itu disidik polisi loh dua kali, dan saya datang terkait penghadangan. Saya datang loh, sebetulnya saya bisa saja nggak datang, itu masalah kecil sebenarnya, tapi saya datang. Kayak Pak Ahok saja datang terus kan," ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, Sandiaga dipanggil polisi pada 21 Maret lalu, namun dia tidak hadir. Dia meminta Polda menunda penyelidikan hingga selesai pada 19 April mendatang. Polisi kemudian berencana menjadwalkan ulang pemanggilan.
"Kenapa saya putusin nggak datang memenuhi panggilan besok, karena jadwalnya sudah penuh sampai tanggal 15 April. Lihat saja begitu banyak orang, kita ditarik kiri-kanan setiap kampanye. Jadi urgensi daripada ini dibandingkan dengan jadwal-jadwal yang lain," ucap Sandiaga, Selasa (21/3) dini hari. (imk/van)











































