Pangkostrad: Hanya Tiga Perusahaan yang Kita Miliki
Rabu, 20 Apr 2005 14:22 WIB
Jakarta -
Disebut-sebut memiliki banyak perusahaan, Panglima Komando Cadangan Strategis AD (Pangkostrad) Letjen TNI Adi Waluyo akhirnya bersuara. Diluar dugaan orang selama ini, Kostrad ternyata hanya memiliki tiga perusahaan saja."Jadi, pemberitaan-pemberitaan yang ada di media massa banyak kelirunya dan tidak benar," tegas Adi dalam acara Coffee Morning dengan wartawan di Markas Kostrad, Jl. Medan Merdeka Timur, Jakarta, Rabu, (20/4/2005).Adi lalu menyontohkan, berita tentang saham Kostrad di sebuah HPH di kawasan Sintang, Kalimantan Barat. "Padahal itu tidak ada," tandasnya.HPH tersebut, kata dia, sudah bangkrut dan sudah diambil Pemda sehingga tidak ada hubungannya lagi dengan Kostrad. "Yang benar itu kita punya tiga perusahaan," tandasnya.Ketiga perusahaan itu adalah PT Mandala Airlines di bidang penerbangan, PT Dharma Mandala yang bergerak di bidang cargo dan Rumah Sakit Dharma Medika di bidang kesehatan. "Yang lain tidak ada karena kita sudah tidak berkuasa lagi," cetusnya.Saham-saham good will, lanjut Adi, kini sudah tidak ada lagi sehingga dia meminta semua pihak tidak membesar-besarkannya. "Jangan sampai prajurit saya termakan dengan isu itu. Dia (prajurit Kostrad) merasa kok panglima diam saja punya sekian perusahaan," ujarnya. Kalau ketiga perusahaan tersebut akan diambil alih pemerintah sesuai UU TNI, Adi mengaku tidak keberatan. "Silahkan, itu saja yang ada di Kostrad. Jadi tidak benar Kostrad punya HPH. Itu sudah bubar semua sebelum berkembang," tegasnya lagi.Selain masalah HPH, Adi juga menyontohkan saham milik Kostrad di perusahaan pengembang jalan tol Malang-Gempol. Diakui Adi, saham tersebut memang pemberian dari pengembang tersebut, tapi saham itu tidak bertahan lama karena perusahaannya keburu bubar sebelum berkembang."Jadi kira-kira seperti itu. Anda semua percaya sama saya sebagai Pangkostrad karena saya merasa prihatin dengan berita itu, seolah-olah Kostrad punya perusahaan sedemikian besar. Tapi jangan sampai prajurit saya punya pikiran yang nggak-nggak, dikira dikorupsi," ungkapnya.Saat ditanya, kapan Kostrad akan menyerahkan tiga perusahaannya kepada pemerintah, Adi penyerahan aset tersebut tergantung waktu yang disiapkan pemerintah. "Saya ikuti saja," tegasnya.Mengenai jumlah aset di tiga perusahaan itu, Adi mengakui hingga kini pihaknya belum melakukan perhitungan secara detil. Namun, ia mengingatkan, saat ini pihaknya masih melakukan restrukturisasi di PT Mandala Airlines yang 100 persen sahamnya dimiliki Kostrad. Kostrad juga memiliki saham 100 persen di RS Dharma Medika dan sebanyak 25 persen di PT Dharma Mandala. Kesejahteraan PrajuritKeuntungan yang diperoleh dari tiga perusahaan ini, lanjut dia, sebagian besar untuk kesejahteraan prajurit. "Secara jujur uang itu digunakan untuk kesehatan prajurit, baik yang luka maupun yang gugur," ungkapnya. Untuk prajurit yang gugur, kata Adi, Kostrad akan memberikan santunan Rp 25 juta/orang sesuai pangkatnya. Sedangkan, bagi anggota yang ingin mengambil KPR diberi bantuan antara Rp 5 juta-Rp 7,5 juta/orang. Selanjutnya berupa bantuan pendidikan bagi putera puteri prajurit Kostrad dari TK sampai mahasiswa.Diperkirakan, untuk bantuan pendidikan per bulan dana yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp 300 juta-Rp 400 juta. "Untuk yang gugur tinggal dikalikan Rp 25 juta dengan jumlah yang gugur, begitu juga dengan yang sakit. Dengan adanya kasus tsunami di Aceh, mungkin (yang dikeluarkan) lebih dari itu," katanya. Dijelaskan Adi, meski tiga perusahaan itu nantinya akan diserahkan kepada pemerintah, Kostrad tetap berkomitmen membantu prajurit karena bantuan-bantuan selama ini sudah menjadi kebiasaan, sehingga akan dipikirkan bagaimana caranya bantuan itui tetap bisa dilakukan.Terkait koperasi yang didirikan Kostrad diakui Adi memang cukup banyak karena koperasi memang masuk dalam struktur organisasi walaupun non struktural. "Koperasi ini untuk menghimpun dana dari prajurit dan dikembangkan bagi satuan-satuan prajurit sendiri dan ini merupakan tabungan bagi prajurit," katanya.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































